Tanjab Timur Dambakan Sosok Pemimpin Daerah yang Dicintai Oleh Masyarakat

Oleh : Arie Suriyanto

Sepertinya sudah sangat sulit, apabila kita ingin menemukan sosok pemimpin amanah yang mencintai masyarakat, namun saya berharap kepada pasangan calon Bupati Tanjung Jabung Timur memiliki memiliki karakter yang mencintai masyarakat.

Memiliki komitmen untuk mensejahterakan masyarakat. Disamping itu memiliki integritas yang tinggi dalam mengelola keuangan daerah untuk kepentingan masyarakat serta mampu menguasai dan mengendalikan dirinya dalam situasi apapun.

Satu hal yang ingin saya tanyakan kepada kita semua, apakah Tanjung Jabung Timur saat ini masih memiliki pemimpin yang mencintai masyarakatnya? dan Apakah kreteria diatas ada pada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur.

Mereka peduli dengan masyarakatnya dan tidak suka berjanji dan berbohong pada masyarakat. Semoga saja ada untuk mengobati segala kekecewaan pada sepuluh tahun terakhir ini.

Baca Juga :  Mewujudkan Cita-Cita Demokrasi Bung Karno di Era Modern

Untuk menemukan sosok pemimpin yang benar-benar mencintai masyarakatnya adalah sosok pemimpin yang murah hati serta bertanggung jawab di dalam mensejahterakan rakyatnya.

Disamping itu memiliki integritas yang tinggi dalam mengelola keuangan daerah untuk kepentingan rakyat serta mampu menguasai dirinya dalam segala situasi dengan merangkul kembali orang-orang yang pernah menjadi lawan politiknya dan dianggapnya sudah selesai serta bersama-sama membangun daerah.

Mempersiapkan berbagai program kebijakan pembangunan yang terfokus pada kepentingan masyarakat.

Tipe dan gaya seorang pemimpin seperti ini, tentunya cerdas, visioner dan kreatif dan sangat dekat dengan masyarakat. Sangat senang dan rajin blusukan untuk bertemu dengan masyarakat.

dan setiap ada keluhan masyarakat cepat dan tanggap dieksekusi melalui Dinas Instansi.
Tidak memiliki sifat arogan, otoriter atau pun feodal denga menggunakan kekuasaannya untuk menekan masyarakat.

Baca Juga :  Raksasa Tidur

Contohnya, apabila ada masyarkat yang melakukan pelanggaran, tentunya diselesaikan dengan bijak dan turun langsung ke masyarakat untuk membangun dialog dan tidak ingin melukai perasaan masyarakat.

Seorang pemimpin menyadari betul akan dirinya, karena dirinya terbentuk atas kekuatan masyarakat, sehingga sifat arogan, otoriter atau pun kekuatan feodalisme kekuasaannya tidak akan pernah digunakannya untuk menghukum masyarakat. Mengoptimalkan peran Dinas Instansi untuk bekerja secara profesional serta menjunjung tinggi integritas, transparan dan akuntabel.

Oleh sebab itu untuk menjadi seorang Pemimpin harus memiliki kemampuan dan kekuatan dalam dirinya, yaitu memiliki hati nuraninya yang kokoh untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi dengan menyelewengkan keuangan daerah untuk kepentingan keluarga, kroni-kroni atau untuk kepentingan tim suksesnya sebagai politik balas budi.

Melihat kondisi Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang begitu kompleks, tentunya banyak persoalan yang harus dibenahi, sehingga seorang pemimpin harus membuka diri untuk menerima kritikan.

Baca Juga :  Guru dan Kurikulum Berbasis Cinta

Jangan terlalu baper, kalau ada serangan atau kritikan hendaknya tidak mudah terpancing, namun alangkah baiknya dibangun komunikasi atau dialog.

Seorang pemimpin itu harus mampu menguasai diri tidak perlu emosi, cukup hadapi dengan tenang dan segala kritikan itu harus di implementasikan dengan prestasi bukan dengan emosional atau membenci orang-orang yang kritis.

Semoga pasangan calon yang akan bertarung dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur tetap fokus dan berkonsentrasi secara totalitas untuk memenangkan hati masyarakat dengan integritas, tetap semangat dan menghindarkan politik identitas yang selalu mementingkan kelompoknya.

Namun yang terpenting adalah utamakan politik integritas tidak hanya jujur tapi menjaga persatuan.

Terima kasih.

Penulis adalah Pemerhati Publik Kabupaten Tanjung Jabung Timur