Perdana di Jambi, Event ‘HITAM PUTIH’ Mengenalkan Kembali Tradisi Penyembuhan Tradisional se-Nusantara

JAMBI,BITNews.id – Event HITAM PUTIH, yang mengangkat tema penyembuhan tradisional se-Nusantara, akan diselenggarakan pada tanggal 25-31 Agustus 2024 di GOR Kota Baru, Jambi.

Acara ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya Indonesia dalam bidang penyembuhan alternatif, dengan melibatkan lebih dari 20 praktisi penyembuhan dari berbagai daerah di seluruh Nusantara.

Ridho, selaku pihak penyelenggara, mengatakan bahwa, event ini digelar untuk kembali mengenalkan budaya dan adat istiadat yang kian tergerus oleh perkembangan zaman.

Baca Juga :  Terima Kasih Keluarga Kolonel HM Syukur Kepada Al Haris Gubernur Jambi

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan kembali metode penyembuhan tradisional dan kekayaan alam yang kita miliki, terutama berbagai jenis tanaman yang berpotensi sebagai herbal penyembuhan,” ungkapnya, Minggu (18/08/2024).

Lebih lanjut, Ridho mengungkapkan bahwa acara ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pembina Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI), Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto, S.H., S.I.P., M.M.

Baca Juga :  Jasa Raharja Jambi Jemput Bola Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

“Kami sudah berkoordinasi dengan FKPPAI, dan Insyaallah Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto akan hadir dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Ridho berharap event ini juga didukung semua pihak, termasuk Pemerintah daerah Jambi. Kegiatan ini tentunya menggali potensi daerah Jambi yang terkenal akan budaya penyembuhan tradisional. Selain itu pengobatam media tanaman hutan seperti daun sungkai yang sempat digaungkan Gubernur Jambi Al Haris, sungkai digunakan sebagai penyembuhan alternatif tambahan bagi penderita Covid 19.

Baca Juga :  Keluarga Besar PAN Gelar Buka Puasa Bersama dengan Tim Pemenangan Al Haris-Sani

Event HITAM PUTIH juga diharapkan dapat menjadi ajang untuk menggali kembali kearifan lokal dalam penyembuhan tradisional serta memperkuat identitas budaya bangsa di tengah arus modernisasi.(Red)