Resmikan Pelayanan Penunjang CT-SACN SLICE RSUD Hamba Muara Bulian, Fadhil Arief: Semakin Berbenah

BATANGHARI,BITNews.id – Sebelumnya Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menegaskan, agar pelayanan terhadap warga harus lebih maksimal.

Hal ini disampaikan Fadhil Arief pada acara peresmikan Grand Launching Pelayanan Penunjang CT SACN 128 SLICE di RSUD Hamba Kabupaten Batanghari Tahun 2024. Bertempat di RSUD Hamba Muara Bulian, Rabu (07/08/24).

Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdoel Madjid Batoe merupakan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari yang diresmikan oleh Bapak Menteri Kesehatan RI pada tanggal 15 Februari 1983 dengan Type Rumah Sakit Umum Daerah Kelas D, dengan kapasitas 50 (lima puluh) tempat tidur.

Sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, maka pada tanggal 30 Januari 1995 Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdoel Madjid Batoe berubah status menjadi kelas C yang ditetapkan dalam surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: YM.01.01.3.2.2312. Tahun 1996.

Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdoel Madjid Batoe Kabupaten Batang Hari secara teknis operasional sebelumnya merupakan unit Pelayanan terpadu (UPT) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari.

Terhitung sejak tanggal 14 Maret 2002, Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdoel Madjid Batoe Kabupaten Batanghari berubah status menjadi Kantor yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Daerah Nomor 4 Tahun 2002, tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Batanghari Nomor 5 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah.

Baca Juga :  Roby Kurniawan Resmi di Lantik Sebagai Bupati Definitif Kabupaten Bintan

Sehingga Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdoel Madjid Batoe sudah merupakan SKPD yang berdiri sendiri dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati Batanghari.

Pada tanggal 4 April 2007, Bupati Batanghari meresmikan perubahan nama Rumah Sakit dari Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bulian menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdoel Madjid Batoe Kabupaten Batanghari yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor: 6 tahun 2007, dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 108 Tempat Tidur.

RSUD HAMBA Kabupaten Batanghari terus berbenah, baik itu dari segi SDM, Sarana dan Prasarana, Fasiltas Kesehatan serta pelayanan kesehatan DI RSUD HAMBA dari data yang ada tentang data kunjungan Rawat Jalan (RAJAL) tahun 2023 sebanyak 245.144 kunjungan dan data kunjungan.

Sementara Rawat Inap (RANAP) sebanyak 31.586 kunjungan, sedangkan Rujukan Parsial ke RS Siloam Jambi untuk pasien yang melakukan CT Scan tahun 2023 sebanyak 56 tindakan dan untuk periode Januari – Juni 20224 terdapat 26 tindakan.

Baca Juga :  Hutama Karya Kerahkan Alat Berat dan Rencanakan 120 Unit Huntara di Aceh Tamiang

Hal inilah yang melatarbelakangi penambahan pelayanan penunjang Radiologi maka RSUD HAMBA Kabupaten Batanghari hadirkan CT Scan 128 Slice, Teknologi Terkini untuk Pemeriksaan yang Lebih Nyaman dan Akurat.

RSUD HAMBA Kabupaten Batanghari terus berbenah, baik itu dari segi SDM, Sarana dan Prasarana, Fasiltas Kesehatan serta pelayanan kesehatan di RSUD HAMBA dari data yang ada tentang data kunjungan Rawat Jalan (RAJAL) tahun 2023 sebanyak 245.144 kunjungan dan data kunjungan Rawat Inap (RANAP) sebanyak 31.586 kunjungan.

Sedangkan Rujukan Parsial ke RS Siloam Jambi untuk pasien yang melakukan CT Scan tahun 2023 sebanyak 56 tindakan dan untuk periode Januari Juni 20224 terdapat 26 tindakan.

Hal inilah yang melatarbelakangi penambahan pelayanan penunjang Radiologi maka RSUD HAMBA Kabupaten Batanghari hadirkan CT Scan 128 Slice, Teknologi Terkini untuk Pemeriksaan yang Lebih Nyaman dan Akurat CT Scan 128 Slice adalah generasi terbaru yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi dan memberikan gambaran diagnostik yang lebih baik, terutama untuk pemeriksaan organ bergerak termasuk jantung, dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup singkat dan menghasilkan gambar dengan resolusi yang baik dan lebih akurat.

Baca Juga :  Senyum Lebar, Petani Jerukan Jalannya di Bangun Satgas TMMD

RSUD HAMBA boleh saja menambah peralatan penunjang kesehatan, seperti peralatan penunjang untuk Radiologi karena memang dilatarbelakangi kebutuhan yang mendasar.

“Seperti kita ketahui, bahwa harga peralatan kesehatan tidaklah murah, untuk itu diharapkan selain dapat membeli peralatan kesehatan ketrampilan SDM Nakes sebagai operator harus terus ditingkatkan karena aplikasi serta informasi terus berubah jangan sampai alat penunjang kesehatan yang kita belli dengan harga mahal terbengkalai serta tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya,” beber Fadhil Arief.

Kata Fadhil Arief, dirinya sangat mengapresiasi pengadaan peralatan penunjang Radiologi “CT SCAN 218 Slice” sebagai langkah untuk semakin menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kedepan dengan hadirnya peralatan penunjang Radiologi ini semakin terlayani masyarakat dengan cepat dan baik, serta apa yang kita kerjakan akan mendapatkan Ridho ALLAH SWT, sehingga kegiatan ini bermanfaat bagi Pemerintah Kabupaten Batanghari dan lebih khusus bagi masyarakat Batanghari,” ucap Fadhil Arief. (Adv)