Stop Bullying Pada Peserta Didik

Oleh : Dila Witaningsih

 Bullying atau Perundungan adalah prilaku yang agresif yang dilakukan seseorang atau sejumlah kelompok tertentu dengan tujuan mengintimidasi dan menjelek-jelekan dan pada umumnya dilakukan secara berulang-ulang seperti memberikan kata-kata yang membuat sakit hati dan bisa menyakiti fisik maupun emosional bukan hanya dapat menyakiti fisik tetapi juga dapat menyerang kejiwaan atau mental seseorang.

Bulliying sering sekali pada anak-anak maupun pada usia remaja. Prilaku ini sering dilakukan oleh individu atau sekolompok orang yang lebih kuat terhadap seorang yang lebih lemah.

Seperti kepada anak-anak yang mempunyai fisik yang tidak sempurna, atau dari kondisi Ekonomi pada kalangan bawah dan kekurangan pada anak yang di bully.

Tetapi bully tidak hanya dilakukan pada anak yang memiliki ekonomi yang dibawah, bully juga dapat dilakukan pada anak yang memili ekonomi diatas, misalkan bully yang dilakukan yaitu jika anak itu memiliki sifat yang arogan sehingga banyak orang-orang yang tidak menyukai.

Tetapi kasus-kasus yang sering didapatkan pada dasarnya terhadap anak-anak yang memiliki ekonomi dibawah, sehingga mereka tidak berani untuk mengadu atau memberitahu kepada orang lain atas bully atau perundungan yang terjadi pada dirinya.

Baca Juga :  UU Provinsi Jambi

Pada saat ini sering sekali bullying atau perundungan dilakukan di ruang lingkup Sekolah-sekolah misalkan pelaku  bullying dilakukan mulai dari teman kelas, kakak kelas, adek kelas, preman-preman yang ada disekolah bahkan Adapun guru yang melakukan bully atau perundungan pada siswa atau yang sebut dengan peserta didik.

Lokasi kejadiannya mulai dari ruang kelas, toilet, kantin, halaman, dan lingkungan sekolah lainnya. Waktu kejadiannya pun biasanya dilakukan berlangsung di dalam kelas dan di luar kelas mulai dari pagi hingga pulang sekolah.Adapun jenis-jenis Bullying yang sering terjadi pada peserta didik yaitu Bullying fisik,bullying verbal,bullying sosial,bullying emosional,bullying ras, dan bullying tentang status sosial.

Setiap jenis bullying memiliki dampak yang serius pada korban. Penting untuk mengenali tanda-tanda bullying dan mengambil Tindakan untuk mencegah serta mengatasi masalah ini dilingkungan sekolah.

Bullying memiliki beberapa dampak negative terhadap peserta didik, yang banyak mengakibatkan keusakan pada diri seperti pada Kesehatan mental, prestasi akademik yang menurun, prilaku takut berintraksi kepada orang lain, jarang bersekolah karena takut bertemu orang yang sering membully.

Baca Juga :  Pontang Panting

Dengan banyaknya dampak-dampak bullying yang dapat merusak mental, pihak sekolah dan orang tua harus bertindak tegas terhadap kasus-kasus bullying yang sering terjadi pada peserta  didik.

Sekolah harus mengambil beberapa Tindakan atau mengantisipasi terjadinya bullying sebagai berikut:

  1. Disetiap ruang kelas dan ruang kesiswaan di tempel poster tentang prilaku-prilaku yang dikatagorikan sebagai Hal ini agar bertujuan siswa selalu mengingat bahwa prilaku tersebut tidak boleh dilakukan.
  2. Apabila terjadi kasus bullying maka akan langsung ditangani langsung oleh guru bimbigan konseling lalu siswa diberikan pemahaman bahwa apa yang dilakukan siswa tersebut adalah hal yang salah dan harus mengukapkan permintaan maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi.
  3. Pada setiap upacara kepala sekolah atau guru memberikan penjelasan bahwa merendahkan sesama adalah prilaku yang dilarang, dan memberikan arahan tentang prilaku dan moral yang baik. Wali kelas juga harus sering memperhatikan sifat peserta didiknya
  4. Jika siswa melakukan hal yang mengejek kepada orang lain guru harus mencatat dan melaporkan hal tersebut kepada orang tua, untuk kemudia orang tua yang harus memperingatkan kepada anak-anak mereka.
  5. Diadakan evaluasi kepada orang tua / wali murid setiap 3 bulan sekali jika tidak minimal satu semester sekali. Dalam evaluasi ini guru menyampaikan tentang perkembangan siswa kepada orang tua. Dan orang tua dapat memberitahu tentang prilaku anak kepada guru sehingga guru dapat mencatat krakter dan mental anak.
Baca Juga :  Merajut Langkah Benahi Danau Sipin Sebagai Destinasi Wisata Perkotaan

Kesimpulan dari sebuah opini ini adalah jika orang tua dan sekolah mempunyai peran penting dalam memberikan tanggung jawab Pendidikan anak. Jadi orang tua dan pihak-pihak Pendidikan perlu menggelar pembinaan tentang bullying anak dalam ruang lingkup Pendidikan. Terdapat banyak cara yang dapat kita lakukan guna mengurangi bullying yang terjadi di peserta didik.

Penulis adalah Mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Sultha Thaha Saifuddin Jambi