Debat Publik Kedua Cawako Medan 2024, Kedua Paslon Paparkan Visi dan Misi untuk Kota Medan

MEDAN, BITNews.id – Debat Publik kedua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2024 berlangsung di Hotel Meruce, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, pada Sabtu (16/11/2024) sekitar pukul 20.00 WIB.

Acara ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan.

Ketiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan telah hadir di panggung debat, di hadapan sejumlah tokoh penting, termasuk unsur Forkopimda Kota Medan, Ketua MUI Kota Medan, serta berbagai elemen masyarakat dan media yang turut meramaikan acara ini. Debat ini disiarkan langsung oleh TVRI dan dapat diikuti melalui berbagai platform digital, termasuk YouTube, TikTok, dan Instagram.

Ketua KPU Medan, Mutia Atigah, dalam sambutannya, mengungkapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, termasuk kaum disabilitas, yang turut meramaikan debat ini.

Baca Juga :  Qurban di Kabupaten Tanjab Timur Capai 932 Ekor

“Kami mengajak semua pihak untuk menyadari bahwa pemilu adalah hak semua warga negara, tanpa terkecuali,” katanya.

Tema yang diangkat dalam debat kali ini adalah “Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat dan Menyelesaikan Persoalan Daerah Kota Medan”. Tema ini dianggap sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi Kota Medan, seperti kemiskinan, pengangguran, kemacetan, dan masalah infrastruktur.

Paslon nomor urut 1, Riko dan Zaki, menekankan pentingnya kualitas pelayanan publik dalam meningkatkan daya saing daerah. Menurut mereka, meskipun kepemimpinan terus berganti, tantangan kota Medan seperti kemiskinan, pengangguran, dan kemacetan harus menjadi prioritas utama.

“Kami ingin menjadikan Medan sebagai kota yang semar, berkarakter humanis, dan memiliki daya saing global,” kata Riko.

Baca Juga :  Temui Pendemo, Sekda Sapril: Sudah Saya Perintahkan PUPR Melakukan Penanganan Jalan Rusak

Paslon ini berkomitmen untuk meningkatkan transparansi birokrasi dan menciptakan sistem pelaporan online 24 jam untuk menerima keluhan masyarakat.

Sementara itu, paslon nomor urut 3, Hidayatullah dan Yasir, menyoroti masalah kemiskinan yang masih terjadi di Kota Medan

“Meskipun Indonesia termasuk negara G20, banyak warga Medan yang masih hidup dalam kemiskinan,” ujar Hidayatullah.

Mereka mengusulkan perbaikan birokrasi dengan pendekatan sistem “married system”, yang bertujuan untuk menciptakan birokrasi yang lebih responsif dan solutif terhadap permasalahan warga.

Paslon nomor urut 2, Ridha dan Rani, lebih menekankan pentingnya pencegahan masalah kesehatan dan penguatan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami ingin mencegah agar warga Medan tidak perlu berobat, dengan menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih baik, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” kata Ridha. Paslon ini juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kelompok disabilitas dan memperbaiki fasilitas publik yang tidak ramah bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Beyond Trust Presisi, Polda Jambi Laksanakan Tarawih Keliling di Bulan Suci Ramadhan

Ketua KPU Medan, Mutia Atigah, berharap agar suasana kondusif yang telah terjaga sejak dimulainya tahapan Pilkada 2024 dapat dipertahankan hingga pencoblosan pada 27 November mendatang.

“Kami berterima kasih kepada seluruh warga Medan dan semua pihak yang telah menjaga iklim politik yang kondusif,” ujarnya.

Acara debat publik ini merupakan kesempatan bagi warga Medan untuk mendengar langsung visi dan misi para calon pemimpin mereka.

KPU Medan berharap, masyarakat dapat lebih cerdas dalam memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan kota ini.(Rais)