12 Titik Longsor Lumpuhkan Desa Cipelah

BANDUNG,BITNews.id – Hujan deras yang mengguyur sepanjang hari memicu bencana tanah longsor di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (04/11/2024).

Sebanyak 12 titik longsor dilaporkan menghantam sejumlah ruas jalan, menutup akses utama, serta merusak beberapa rumah warga.

Berdasarkan laporan awal, 10 Kepala Keluarga (KK) telah dievakuasi ke Kantor Desa Cipelah yang dijadikan lokasi pengungsian sementara. Aparat desa bersama tim relawan saat ini masih melakukan pendataan lanjutan dan memastikan seluruh warga terdampak dapat dievakuasi dengan aman.

Baca Juga :  Tim Tenis Korem Gapu Ikuti Turnamen Piala Rektor Unja

“Curah hujan yang tinggi sejak pagi hingga malam menjadi penyebab utama longsoran ini. Kami fokus pada evakuasi warga dan membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor saat ini,” ujar Koes, salah satu aparat desa, kepada BITNews.id.

Proses pembukaan akses jalan dilakukan secara manual oleh warga sekitar secara gotong royong dan alat seadanya. Hal ini menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat tidak terhambat lebih lama.

Baca Juga :  Suporter Futsal yang Jadi Korban Pembacokan Meninggal Dunia

Beberapa warga yang terdampak mengaku terkejut dan panik saat longsor terjadi.

“Kami langsung berlari keluar rumah setelah mendengar suara dari longsoran tanah. Syukurnya tidak ada korban jiwa, tetapi rumah kami mengalami kerusakan parah,” kata seorang warga yang rumahnya terdampak.

Desa Cipelah, yang terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur Selatan, dikenal sebagai kawasan rawan longsor. Kontur tanah yang labil serta curah hujan yang tinggi kerap menjadi faktor pemicu bencana serupa di daerah ini.

Baca Juga :  Industri Jasa Keuangan Jambi Tumbuh Positif Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi warga dan pendataan kerusakan masih berlangsung. Pihak berwenang juga telah mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap waspada, terutama mengingat kondisi cuaca yang belum membaik.(Arlga)