JAMBI, BITNews.id – Perumdam Tirta Mayang mengadakan kegiatan Konsultasi Publik dan Sosialisasi Pengusahaan Sumber Daya Air di lima kelurahan di Kota Jambi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 20 hingga 22 Januari 2025.
Lima kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan ini adalah Kelurahan Legok, Sijenjang, Aur Kenali, Pasir Panjang, dan Tanjung Johor. Lokasi tersebut merupakan area di mana intake Tirta Mayang beroperasi.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk camat, lurah, Forum RT, ketua RT setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perwakilan masyarakat pelanggan. Tirta Mayang bekerja sama dengan konsultan penyusun Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) dalam pelaksanaannya.
Dalam forum tersebut, Direksi Tirta Mayang bersama Tim Konsultan DELH memaparkan berbagai aspek penting, seperti profil perusahaan, proses bisnis, kondisi air baku, infrastruktur intake dan instalasi pengolahan air (IPA), pelayanan pelanggan, perizinan, serta analisis dampak lingkungan.
Direktur Utama Tirta Mayang, Dwike Riantara, menegaskan bahwa konsultasi publik ini bertujuan untuk mendapatkan saran, masukan, serta dukungan dari masyarakat.
“Konsultasi ini penting untuk menciptakan sinergi dan keterlibatan publik dalam pengusahaan sumber daya air yang telah berjalan baik selama ini,” ujar Dwike.
Dwike juga menegaskan komitmen Tirta Mayang dalam meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan air minum yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Jambi. (*)
