Bupati Bintan Ajak Umat Islam Maknai Isra’ Mi’raj dalam Kehidupan Sehari-hari

BINTAN, BITNews.id Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj 1446 H di Masjid At-Taubah, Toapaya Selatan, pada Kamis malam (30/1).

Acara ini menghadirkan mubaligh asal Sumatera Utara, Ustaz Abdil Muhadir Ritonga, sebagai penceramah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Bupati Bintan Roby Kurniawan, Wakil Bupati Bintan Ahdi Muqsith, Ketua DPRD Bintan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Bintan. Antusiasme masyarakat terlihat dari ratusan jamaah yang memenuhi area masjid hingga ke pelataran.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Buka Rakor Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2021

Dalam sambutannya, Bupati Bintan Roby Kurniawan mengajak umat Islam untuk memahami makna mendalam dari peristiwa Isra’ Mi’raj, khususnya terkait perintah shalat lima waktu.

Menurutnya, peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW tersebut bukan sekadar peristiwa luar biasa, tetapi juga mengandung pesan spiritual yang mendekatkan manusia kepada Allah SWT.

“Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya. Selain itu, ibadah ini memiliki nilai sosial yang dapat memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarumat,” ujar Roby.

Baca Juga :  Menjaga Tradisi, Warga Desa Sukabanjar Laksanakan Gotong-Royong Jelang Ramadan

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai momentum refleksi diri, mengambil pelajaran dari setiap perjalanan hidup, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Sementara itu, dalam tausyiahnya, Ustaz Abdil Muhadir Ritonga menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj adalah simbol perjuangan dan keteguhan iman. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

Baca Juga :  Kompol Novrizal–Prima Surya Juara I Turnamen Tenis se-Provinsi Jambi 2025

“Setiap orang memiliki tantangan dan cobaan masing-masing, namun dengan keimanan yang kuat, kita akan mampu melewatinya dan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Acara ini ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar umat Islam semakin teguh dalam menjalankan ajaran agama dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. (Spn/Adv)