INHIL, BITNews.id – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bandara Tempuling, Kecamatan Tempuling, untuk meninjau kondisi terkini infrastruktur bandara yang mengalami kerusakan parah, beberapa waktu lalu.
Ketua Komisi III DPRD Inhil, Muammar Armain, menyampaikan bahwa sidak ini merupakan bentuk pengawasan terhadap aset daerah yang terbengkalai dan tidak terawat dengan baik.
“Kami dari Komisi III mencatat serius kondisi Bandara Tempuling. Jangan hanya pandai membangun, tetapi juga harus mampu memelihara,” ujar Muammar saat meninjau lokasi.
Muammar menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan infrastruktur daerah agar tidak menjadi beban keuangan daerah dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Ke depan, kita harus mampu membangun sekaligus merawat. Jika dikelola dengan baik, bandara ini berpotensi mendorong perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, Bandara Tempuling terakhir beroperasi pada tahun 2016. Saat ini, sebagian besar fasilitas penunjang mengalami kerusakan berat. Pantauan di lapangan menunjukkan jendela ruang tunggu pecah, platform rusak, serta dinding bangunan berlubang.
Bandara yang mulai dibangun pada 2006 dan selesai dalam tiga tahun merupakan proyek multiyears era Gubernur Riau Rusli Zainal. Anggaran pembangunan mencapai Rp159 miliar.
Bandara ini awalnya diproyeksikan untuk melayani penerbangan dari Tembilahan ke Pekanbaru dan sejumlah wilayah penyangga seperti Batam, Tanjungpinang, dan Dabo Singkep.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Inhil diketahui telah mengajukan dukungan operasional terhadap dua infrastruktur strategis Bandara Tempuling dan kapal Roro Tembilahan–Batam kepada Kementerian Perhubungan.
Pengajuan itu disampaikan langsung oleh Bupati Inhil, Herman, dalam audiensi bersama Gubernur Riau Abdul Wahid dan jajaran Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (6/5/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati Herman menjelaskan bahwa meski runway Bandara Tempuling masih layak digunakan, sebagian besar fasilitas bandara membutuhkan rehabilitasi menyeluruh. (Adv)
