Resmi Terbentuk, Yayasan Al-Ma’wa Terus Berbenah dan Menjalankan Tujuannya

BITNews.id – Yayasan Al-Ma’wa telah resmi terbentuk. Dengan melaksanakan rapat bersama pengurus dan anggota Yayasan dibawah pimpinan Tuan Guru Muhammad Nasir Edy Yahya, kini Yayasan tersebut berangsur terus berbenah dan mulai menjalankan apa yang menjadi tujuannya.

Ketua Umum Yayasan Al-Ma’wa Tuan Guru Muhammad Nasir Edy Yahya mengatakan bahwa didirikannya Yayasan Al-Ma’wa dengan tujuan untuk mengembalikan posisi manusia sebagai Khalifah dimuka bumi guna melanjutkan tugas Nabi Adam AS, untuk mengurus, merawat, mengayomi, dan mensejahterakan umat manusia,” ungkap Muhammad Nasir Edy Yahya

Baca Juga :  Berantas Kejahatan Jalanan, Kapolres Lamteng Siapkan Unit Reaksi Cepat Anti Begal

Untuk di ketahui ada empat poin dalam tugas Al-Ma’wa yaitu :
1. Keagamaan.
2. Kemanusiaan (sosial)
3. Ekonomi
4. Seni dan Budaya.

Selain itu, Yayasan Al-Ma’wa juga berkeinginan mengangkat keikhlasan para guru agama agar tidak ketergantungan terhadap dana – dana pemerintah maupun dari dana lainnya.

“Rencananya nanti, InsyaAllah Al-Ma’wa yang akan mengatasinya,” ujar Ketua Umum Yayasan Sabtu (31/7)

Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-66, Korem 042/Gapu Gelar Pertandingan Olahraga

Lebih lanjut, Ketua Umum itu menjelaskan salah satu termasuk cita-cita Al-Ma’wa yaitu ingin mengangkat derajat para tuan – tuan guru dan tokoh – tokoh agama sehingga nantinya akan terwujud dan terbukti nyata bahwa tangan diatas lebih mulia dibanding tangan di bawah

“Al-Ma’wa juga akan berupaya berperan sebagai wadah yang bersih dari virus mementingkan sukuisme, diri pribadi, kelompok tertentu yang bisa membuat seseorang berpola pikir pendek, dan Al-Ma’wa akan menciptakan para ahli pikir, cendikiawan yang mendunia, ikhlas, bersih dan bermanfaat untuk dunia,” jelasnya

Baca Juga :  Wabah DBD Meningkat, Pasien Berharap Pemkab Sarolangun Tingkatkan Upaya Pencegahan

Hakikatnya, Al-Ma’wa mengembalikan manusia pada tugas fitrah mereka yang tertimbun dalam puing-puing sejarah.
Al-Ma’wa muncul bagaimana Nabi Adam, AS kembali hidup di masa Nabi Muhammad, SAW dengan tugas-tugasnya yang dititahkan dari Sang Pencipta alam semesta. (Arf)