Soal Isu Perselingkuhan, Kades Tanjung Agung Sebut Ada Upaya Pemerasan

Kaur, BITNews.id – Kepala Desa (Kades) Tanjung Agung, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, angkat bicara terkait pemberitaan dugaan perselingkuhan yang mencatut namanya. Ia menegaskan tuduhan itu tidak benar dan menyebut dirinya menjadi korban skenario pemerasan.

Isu tersebut mencuat setelah dua media online mempublikasikan berita dugaan perselingkuhan.

Menurut sang kades, pemberitaan itu bermula dari kiriman foto yang ia terima beberapa bulan lalu dari seorang oknum wartawan berinisial L melalui WhatsApp.

Baca Juga :  Kunker di Korem 042/Gapu, Kasad Tegaskan Prajurit Harus Disiplin, Terlatih dan Jauhi Judol serta Narkoba

“Awalnya dia meminta Rp20 juta agar foto itu tidak dipublikasikan. Kemudian turun menjadi Rp10 juta, tapi saya tetap tidak sanggup. Minggu lalu dia kembali menghubungi saya dan meminta Rp9 juta. Setelah dinegosiasikan menjadi Rp8 juta,” ujar Kades Tanjung Agung, Senin (8/9/2025).

Ia menyebut, rekening yang diberikan bukan atas nama L, melainkan atas nama Putri Ginta Amanah.

Baca Juga :  Cawako Jambi H Abdul Rahman Beri Pesan ke Karyawan RSI Arafah yang Berangkat Umroh

“Saya hanya sempat transfer Rp1 juta pada Sabtu (6/9/2025) sekitar pukul 16.55 WIB. Setelah itu saya diancam berita akan disebar ke grup WhatsApp karena tidak memenuhi jumlah yang diminta,” ujarnya.

Kades juga menjelaskan kronologi dugaan jebakan yang dialaminya. Ia mengaku diajak bertemu di sebuah warung, kemudian dibujuk masuk ke kamar dan dipeluk.

Baca Juga :  Bertempat di Pelataran Candi Pematang Saung Festival 'Nyonga Budaya' Resmi Ditutup

“Saya tidak tahu kalau ada CCTV atau alat perekam di dalam kamar. Kejadian itu tidak lebih dari sekadar dipeluk,” jelasnya.

Ia menduga kasus ini mirip dengan peristiwa yang pernah dialami seorang kades di Kepahiang dengan pola dan pelaku yang sama.

“Saya berharap aparat penegak hukum segera mengusut kasus ini agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan kepala desa,” tegasnya. (esda)