Operasi Migas Terdampak Banjir, PHR Zona 1 Pastikan Keselamatan Pekerja dan Penyaluran Bantuan

BITNews.id – Banjir yang melanda Provinsi Aceh dan Sumatera Utara memaksa pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyatakan wilayahnya berada dalam kondisi darurat hidrometeorologi. Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menetapkan status darurat banjir dan longsor di sejumlah kabupaten/kota.

Bencana ini berdampak langsung pada wilayah operasi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang meliputi PHE NSO Field, Pertamina EP Pangkalan Susu Field, dan Pertamina EP Rantau Field. Menyikapi situasi tersebut, PHR Zona 1 menegaskan bahwa keselamatan pekerja menjadi prioritas utama sekaligus memastikan penyaluran bantuan bagi warga terdampak di sekitar area operasi.

General Manager PHR Zona 1, Hari Widodo, menyampaikan keprihatinannya atas banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengatakan bahwa sejak awal kejadian, tim PHR Zona 1 bergerak cepat melakukan mitigasi, mengevakuasi pekerja, dan menyalurkan bantuan darurat untuk masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Batang Hari Serahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk 10.428 Siswa

“Kami memastikan seluruh upaya penanganan dilakukan secara optimal dengan bekerja sama bersama SKK Migas, pemerintah daerah, BPBD, dan para pemangku kepentingan lainnya. PHR Zona 1 berkomitmen mendukung program bantuan dan pemulihan masyarakat hingga kondisi kembali stabil,” ujarnya.

Di Lhokseumawe, Aceh Tamiang, dan Kabupaten Langkat, PHR Zona 1 menyalurkan bahan pangan berupa 425 kg beras, 480 kg gula, 177 dus mi instan, 135 dus sarden, 103 dus minyak goreng, serta air mineral, telur, susu kental manis, biskuit, dan makanan bayi. Bantuan lain seperti perlengkapan mandi, obat-obatan, selimut, terpal, dan popok bayi juga turut diberikan.

Baca Juga :  Bunda PAUD Provinsi Jambi Dorong Deteksi Dini Disleksia, Ajak Masyarakat Hilangkan Stigma terhadap Anak Kesulitan Belajar

Pertamina EP Pangkalan Susu telah melakukan mitigasi sejak 25 November 2025 menyusul potensi banjir di sekitar Main Gathering Station (MGS). Sebanyak 187 orang dievakuasi ke Bukit Kunci, Pangkalan Susu. Tim lapangan juga memperbaiki pagar beton MGS dan memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi.

Sementara itu, di Aceh Tamiang, genangan air hingga tiga meter pada 27 November 2025 menyebabkan fasilitas produksi Pertamina EP Rantau terendam dan tidak dapat beroperasi sementara waktu. Meski demikian, bantuan tetap disalurkan melalui Posko Bupati dan desa-desa terdampak dalam bentuk bahan pangan, popok bayi, serta minyak kayu putih.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Tandatangani Perjanjian Kerjasama dan Pedoman Kerja Teknis Polda dan Unja

Di wilayah Lhokseumawe, PHE NSO sejak 27 November 2025 telah mendistribusikan kebutuhan darurat berupa makanan, obat-obatan, selimut, makanan anak, hingga popok bayi.

PHR Zona 1 memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan. Akses darat yang terputus membuat distribusi dilakukan menggunakan perahu karet dan helikopter untuk menjangkau titik-titik yang sulit ditembus.

Banjir tersebut berdampak pada kegiatan migas di beberapa lapangan, termasuk dihentikannya produksi sementara di Pertamina EP Rantau Field akibat terendam banjir dan putusnya pasokan listrik. PHR Zona 1 menegaskan bahwa keselamatan pekerja tetap menjadi prioritas sambil memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional. (*)