JAMBI,BITNews.id – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Gulat Jambi digelar pada 5–7 Desember 2025 di Gedung Gulat Jambi. Ajang ini menampilkan kategori kadet atau usia dini sebagai langkah menyiapkan regenerasi atlet jangka panjang.
Ketua Harian KONI Provinsi Jambi, Hasan Mabruri, resmi membuka Kejurprov pada Jumat. Ia menyatakan apresiasinya terhadap upaya Pengprov PGSI Jambi yang memberikan kesempatan bertanding kepada atlet-atlet muda.
“Saya apresiasi sekali cabang gulat sudah mempersiapkan atlet mudanya untuk masa depan dengan diberikan kesempatan mengikuti kejuaraan tingkat provinsi. Hal ini dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan berprestasi,” ujarnya.
Hasan mengatakan Kejurprov tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena fokus utamanya adalah pembinaan jangka panjang untuk mempersiapkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional, terutama menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ia juga menyinggung capaian gulat Jambi dalam dua tahun terakhir. Pada PON Aceh–Sumut 2024, gulat Jambi meraih dua medali perunggu, dan pada PON Bela Diri 2025 kembali menambah tiga medali perunggu.
“Ini bukti bahwa cabang olahraga ini memiliki basis atlet yang kuat,” kata Hasan.
Meski anggaran daerah mengalami efisiensi, ia menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Jambi tetap dibutuhkan agar proses pembinaan tidak terhambat. KONI Jambi juga menargetkan Kejurprov menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi atlet dan pelatih, serta memperkuat motivasi menuju capaian medali emas pada PON 2028.
Ketua Panitia Kejurprov Gulat Jambi, Ardiman, menjelaskan bahwa kejuaraan tahun ini diikuti 125 atlet dari 10 pengurus cabang (pengcab) PGSI se-Provinsi Jambi. Tiga nomor utama yang dipertandingkan meliputi gaya grego roman, bebas putra, dan bebas putri.
Pada nomor bebas, masing-masing terdapat enam kelas untuk putra dan putri. Total 18 kelas resmi dipertandingkan. Selain itu, panitia juga membuka enam kelas eksebisi kategori kadet sebagai bagian dari program regenerasi atlet.
“Kelas kadet menjadi fokus utama untuk menyiapkan atlet-atlet muda yang kelak akan mengisi tim utama. Kami melihat potensi besar di kelompok usia ini,” kata Ardiman.
Untuk menjaga kualitas pertandingan, panitia menghadirkan wasit dari Sumatera Barat. Menurut Ardiman, hal ini dilakukan untuk memastikan standar penilaian yang objektif dan profesional.
Kejurprov Gulat Jambi 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi program latihan serta pencarian talenta baru yang diharapkan menjadi tulang punggung prestasi gulat Jambi di masa mendatang. (*)
