• DISCLAIMER
  • KODE ETIK
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • KARIR
  • MEDIA PARTNER
Bitnews
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Sport
    • Teknologi
  • BINTAN
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Opini
    • Kabar TNI-Polri
    • Advertorial
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Sport
    • Teknologi
  • BINTAN
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Opini
    • Kabar TNI-Polri
    • Advertorial
No Result
View All Result
Bitnews

Kesaksian Keluarga Ungkap Dugaan Pungli Hemodialisa di RSUD Mardi Waluyo Blitar

Bitnews.id by Bitnews.id
22 Desember 2025
in Daerah, Peristiwa
Kesaksian Keluarga Ungkap Dugaan Pungli Hemodialisa di RSUD Mardi Waluyo Blitar
Share on FacebookShare on Twitter

BLITAR, BITNews.id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam layanan hemodialisa atau cuci darah di RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, kembali mencuat. Isu yang sebelumnya disebut sebagai kasus lama itu menguat setelah muncul kesaksian keluarga pasien yang mengaku kehilangan anggota keluarganya akibat tidak mendapatkan layanan medis.

Peristiwa tersebut dialami seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) asal Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, yang merupakan peserta BPJS Kesehatan. Keluarga menyebut pasien meninggal dunia setelah gagal menjalani cuci darah karena tidak mampu memenuhi permintaan sejumlah uang yang diduga diminta oknum petugas rumah sakit.

Baca Juga:

Kapolda Terima Penempatan Enam Lulusan Akpol di Polda Jambi

Diskominfo Klarifikasi Polemik Anggaran Media 2026: Usulan Rp3,6 Miliar Sudah Melalui Pembahasan Komisi I

Denpom II/2 Jambi Pastikan Konvoi Sermat Penanggulangan Bencana Sumatera Melaju Aman

Wakapolda Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Jambi dan Pembukaan Mukerda 2026

“Keponakan saya pasien BPJS yang rutin menjalani cuci darah. Pihak rumah sakit menyampaikan antrean bisa sampai enam bulan. Kami diberi pilihan, jika ingin cepat harus membayar. Karena tidak punya uang, pasien dipulangkan. Padahal seharusnya menjalani cuci darah tiga kali seminggu,” ujar anggota keluarga korban berinisial MM kepada wartawan, Senin (22/12/2025), di RSUD Mardi Waluyo.

Menurut MM, tidak lama setelah dipulangkan tanpa menjalani tindakan medis, kondisi pasien memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Kesaksian ini disampaikan langsung di hadapan manajemen rumah sakit.

Kasus tersebut menyorot pernyataan Ketua Dewan Pengawas RSUD Mardi Waluyo, DR M Zainul Ichwan, yang sebelumnya menyatakan dugaan pungli merupakan isu lama sekitar lima tahun lalu dan telah dinyatakan tidak terbukti berdasarkan investigasi internal.

Namun, pernyataan itu berbeda dengan keterangan Wakil Direktur RSUD Mardi Waluyo, Dr drg Agus Sabtoni, yang menyebut pihak rumah sakit masih melakukan pendalaman terhadap dugaan tersebut.

“Kami masih melakukan investigasi. Saat ini baru sebatas meminta keterangan petugas di ruang hemodialisa. Untuk mengambil tindakan, tentu dibutuhkan bukti yang lebih kuat,” kata Agus dalam konferensi pers.

Agus mengakui isu serupa pernah muncul sebelumnya, meski dinyatakan tidak terbukti. Ia menegaskan bahwa secara sistem, pelayanan hemodialisa di rumah sakit telah mengikuti Pedoman Nasional Praktik Kedokteran (PNPK), termasuk pengaturan antrean dan penanganan pasien gawat darurat.

Namun, klaim tersebut dibantah oleh kesaksian keluarga korban dan sejumlah peserta audiensi yang mengaku mengalami praktik serupa sepanjang 2025.

“Saya mendampingi langsung pasien. Mereka ditekan agar membayar jika ingin cuci darah tanpa antre. Kalau tidak, harus menunggu hingga enam bulan,” lanjut MM.

Agus Sabtoni menegaskan manajemen RSUD Mardi Waluyo tidak akan melindungi pihak mana pun apabila terbukti terjadi pelanggaran. Ia juga membuka peluang penanganan kasus ini melalui jalur hukum.

“Jika memang terbukti, tentu akan kami tindak tegas. Bahkan bila diperlukan, proses hukum akan kami tempuh,” ujarnya.

Sebelumnya, dugaan pungli di RSUD Mardi Waluyo mencuat setelah beredar informasi bahwa oknum petugas di ruang hemodialisa diduga memanfaatkan panjangnya antrean pasien dengan meminta sejumlah uang agar pasien mendapat prioritas layanan. Nominal yang disebutkan bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga puluhan juta rupiah.

Dengan munculnya dugaan korban meninggal dunia dan kesaksian langsung keluarga pasien, publik menilai persoalan ini tidak lagi dapat dianggap sebagai isu lama. Kasus ini menjadi ujian serius bagi integritas manajemen RSUD Mardi Waluyo, Dewan Pengawas, serta Pemerintah Kota Blitar dalam menjamin pelayanan kesehatan yang adil dan sesuai aturan. (Ddt)

Next Post
Jaga Stabilitas Energi, Kapolres Tebo Pantau Langsung Stok BBM di SPBU

Jaga Stabilitas Energi, Kapolres Tebo Pantau Langsung Stok BBM di SPBU

Discussion about this post

No Result
View All Result

Berita Terhangat

  • Analisis Unsur dan Struktur dalam Pertunjukan Tari Kecak Bali

    Analisis Unsur dan Struktur dalam Pertunjukan Tari Kecak Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Romi Hariyanto Menjadi Bupati Pertama di Indonesia yang Terima Ramsar’s Award

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Musik pada Official Music Video Lyodra – Pesan Terakhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksekutor Geng Motor di Hadiahi Timah Panas, Pelaku Mengaku Delapan Kali Beraksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT Sungai Bahar Fasifik Utama Dilaporkan Ke Polda Jambi Oleh LSM Temperak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT. DIGITAL MEDIA INFORMATIF

JL.AR. Saleh RT.37 Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Paal Merah Kota Jambi
Phone / Wa : 0811-7876-7272
email: redaksibitnewsid@gmail.com

PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | KODE ETIK | TENTANG KAMI | HAK JAWAB & KOREKSI BERITA | KARIR | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN | MEDIA PARTNER

Copyright© 2025 BITNews.id – Inspirasi Era Digital

Developed by – OMG

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Sport
    • Teknologi
  • BINTAN
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Opini
    • Kabar TNI-Polri
    • Advertorial

© 2025BITNews.id -Developed by: Websiteku.