BLITAR, BITNews.id – Pemerintah Kabupaten Blitar memaparkan capaian dan arah kebijakan pembangunan dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Blitar. Dalam kegiatan yang digelar di Pendopo Sasana Adhi Praja, Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan dan pembinaan atlet menjadi prioritas hingga 2027.
Beky mengatakan, sejak awal masa jabatan, pemerintah daerah memfokuskan anggaran pada pembenahan infrastruktur jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan di sejumlah wilayah.
“Sejak awal kami bersama Bupati memprioritaskan pembenahan infrastruktur jalan. Meski dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran, hasilnya mulai dirasakan masyarakat dengan kondisi jalan yang lebih baik,” ujar Beky kepada awak media.
Menurut Beky, perbaikan jalan dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, ia mengakui masih terdapat wilayah pinggiran yang belum sepenuhnya tersentuh pembangunan.
“Kami memohon dukungan masyarakat agar pemerataan pembangunan dapat kami tuntaskan, sehingga seluruh wilayah bisa menikmati hasilnya,” katanya.
Selain infrastruktur, Pemkab Blitar tetap memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan. Salah satu program yang terus dilanjutkan ialah “1 Desa 1 Sarjana” untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Dalam mendukung transformasi digital, pemerintah daerah telah membangun 351 titik akses internet. Jaringan tersebut akan diperluas ke wilayah yang belum terjangkau guna mendukung pendidikan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi berbasis digital.
Di sektor olahraga, Pemkab Blitar memberi perhatian pada pembinaan atlet, khususnya cabang bela diri. Pemerintah daerah berencana mendatangkan pelatih dari Thailand untuk meningkatkan kemampuan atlet Muay Thai.
“Kami ingin atlet Kabupaten Blitar mampu bersaing di tingkat internasional. Potensi atlet bela diri cukup besar dan perlu pembinaan yang terarah,” ujar Beky.
Seluruh program tersebut dirancang dalam kerangka pembangunan jangka menengah daerah hingga 2027, dengan fokus pada pemerataan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah. (Ddt)
