Bupati Dillah Siapkan Lahan 2 Hektare untuk Gudang Bulog di Muara Sabak Barat

TANJABTIM,BITNews.id – Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Dillah Hikmah Sari, memastikan pembangunan gudang Perum Bulog berkapasitas 1.000 ton di wilayahnya akan direalisasikan pada 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah pertemuan dengan Direktur SDM dan Umum Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, Selasa (6/1/2026).

Menurut Dillah, pembangunan gudang Bulog menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi tawar petani, sekaligus menjamin penyerapan hasil panen di Tanjabtim dan sekitarnya.

Baca Juga :  Kebocoran Data Kependudukan Indonesia dan Cara Antisipasinya

“Alhamdulillah, rencana pembangunan gudang Bulog di Tanjab Timur sudah memasuki tahap administrasi akhir. Ini kabar baik bagi petani kita,” ujar Dillah.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tanjabtim telah menyiapkan lahan seluas dua hektare di Desa Nibung Putih, Kecamatan Muara Sabak Barat, sebagai lokasi pembangunan. Gudang tersebut akan dilengkapi fasilitas pengering (dryer) serta rice milling unit (RMU) berkapasitas 30 ton per hari.

Dillah menilai kehadiran fasilitas tersebut akan mendukung program peningkatan produksi beras melalui pola tanam tiga kali setahun yang sedang didorong pemerintah daerah.

Baca Juga :  Teguhkan Pembinaan Spiritual Personel, Polda Jambi Gelar Khotmil Qur’an

“Dengan adanya gudang Bulog, harga gabah petani diharapkan lebih kompetitif karena ada jaminan serapan. Ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Direktur SDM dan Umum Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menyatakan pembangunan gudang tersebut tinggal menunggu penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres).

“Administrasi sudah selesai, tinggal menunggu Perpres ditandatangani Presiden. Nantinya produksi beras petani Tanjab Timur dan sekitarnya dapat diserap Bulog,” ujar Sudarsono.

Baca Juga :  Pemkab Muaro Jambi Gelar Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1445 H

Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Kuala Tungkal, Reny Lelianda, menyebut pembangunan gudang di Tanjabtim merupakan bagian dari program nasional pembangunan 100 Infrastruktur Pasca Panen (IPP).

Sebagai informasi, produksi gabah kering panen Tanjabtim pada 2025 tercatat mencapai 41.676 ton. Pemerintah daerah berharap kehadiran gudang Bulog dapat memangkas biaya distribusi serta memperkuat rantai pasok beras di wilayah tersebut. (Adv)