Kumiscacing Debut Lewat “oCD”, Kritik Generasi di Bawah Kendali Algoritma

JAMBI, BITNews.id – Musisi independen asal Jambi, Kumiscacing, resmi memperkenalkan single debut berjudul “oCD”, sebuah karya yang mengangkat pengaruh notifikasi, algoritma, dan dinamika sosial-politik terhadap pola pikir generasi masa kini.

Single bergenre alternative rock dengan nuansa dub itu dijadwalkan rilis eksklusif melalui Bandcamp pada 28 April 2026, disusul peluncuran video musik pada 5 Mei 2026.

Dalam keterangan tertulisnya, Kumiscacing menjelaskan bahwa “oCD” bukan merujuk pada diagnosis medis semata. Judul tersebut digunakan sebagai metafora terhadap kebiasaan modern yang dipengaruhi layar gawai, notifikasi, dan pola konsumsi digital yang berulang.

Baca Juga :  Edi Purwanto Lakukan Kunjungan Kerja, Tinjau Jalan hingga Sekolah di Sarolangun

Lagu ini berangkat dari obrolan kasual mengenai gejala OCD yang dialami orang terdekat, kemudian dipadukan dengan pengalaman pribadi sang musisi saat mengamati realitas sosial dan politik di lapangan.

Menurut Kumiscacing, pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana ritme tak kasatmata bekerja layaknya algoritma yang terus mengulang, mengarahkan, dan memengaruhi persepsi publik hingga dianggap sebagai hal yang wajar.

Baca Juga :  Laza Sebut Ada PDAM di Kecamatan Dendang, Cek Fakta

Secara musikal, Kumiscacing bukan nama baru di skena independen Jambi. Ia sebelumnya dikenal memiliki rekam jejak dalam proses kreatif bersama Suregary dan Klawings.

Pada proyek terbarunya, Kumiscacing membawa semangat “Revisiting the past, breathing new life into old sounds”, yakni menggali kembali materi musik dari rentang 2011 hingga 2025 untuk diolah menjadi karya baru.

Proses produksi “oCD” melibatkan sejumlah kolaborator lintas skena, di antaranya Imam F. dari My First Impression dan Suregary, serta Riri Ferdiansyah dari unit post-rock Semiotika.

Baca Juga :  Endang Rukmana Dukung Pelatihan Instruktur Senam Nusantara untuk Gaya Hidup Sehat

Sementara proses mixing dan mastering dikerjakan Hadiyan Fazari, dengan dukungan sound engineer Arie CM dan Joko Satriyo.

Single “oCD” menjadi pembuka menuju rangkaian perilisan berikutnya, yakni “Yangtze” dan “Giant Fish”. Ketiga lagu tersebut akan bermuara pada album penuh bertajuk “Manifest” yang dijadwalkan rilis pada 2027.

Perilisan karya Kumiscacing dikomunikasikan melalui Poros Selatan Club, unit komunikasi rilisan yang berfokus mendukung karya musisi independen dari wilayah selatan Indonesia. (*)