JAMBI,BITNews.id – Kehadiran Polri mewarnai kegiatan launching barcode kotak amal berbasis data terintegrasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Bungo pada Rabu (29/4/2026).
Launching barcode kotak amal ini dipimpin langsung oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra, bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya, serta unsur Polri juga turut hadir, di antaranya perwakilan Kasubdit SV Densus 88 AT Polri AKP Helmi Muhtarom.
Kegiatan yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Bungo tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan serta mencegah potensi penyalahgunaan dana donasi di tengah masyarakat.
Program ini mewajibkan setiap kotak amal memiliki identitas resmi berbasis barcode yang terintegrasi dengan data pemerintah daerah.
Kehadiran aparat kepolisian menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung upaya pemerintah daerah menciptakan tata kelola donasi yang transparan, akuntabel, dan aman.
Bupati Bungo dalam sambutannya menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh donasi masyarakat dapat dipertanggungjawabkan secara jelas.
“Dengan adanya barcode ini, tidak ada lagi kotak amal yang tidak memiliki identitas. Semua harus jelas pemiliknya agar bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa inovasi ini lahir dari hasil penertiban sebelumnya, di mana ditemukan sejumlah kotak amal tanpa identitas yang sah dan tidak diketahui pengelolanya.
Kabid Humas juga menegaskan bahwa Polri mendukung penuh langkah tersebut sebagai bagian dari upaya preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polri mendukung penuh inovasi ini sebagai bentuk pengawasan terhadap pengelolaan donasi masyarakat. Ini bukan untuk membatasi masyarakat dalam beramal, melainkan untuk memastikan dana yang terkumpul tidak disalahgunakan, termasuk untuk kepentingan yang melanggar hukum,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keterlibatan Polri, termasuk dari unsur Densus 88 AT Polri, merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan dana yang dapat berdampak pada gangguan keamanan.
“Kehadiran Polri dalam kegiatan ini juga sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah daerah dalam memastikan setiap potensi kerawanan dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat beramal dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seremonial launching barcode kotak amal yang disaksikan oleh para tamu undangan dan media. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui inovasi ini, diharapkan ke depan pengelolaan donasi di Kabupaten Bungo semakin transparan serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, dengan dukungan penuh dari Polri dalam aspek pengawasan dan pengamanan. (*)
