BENGKULU, BITNews.id – Gelombang aksi mahasiswa dan buruh berlanjut pada hari kedua peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Provinsi Bengkulu. Massa turun ke jalan menyuarakan aspirasi terkait persoalan ketenagakerjaan hingga kebijakan daerah.
Dalam aksi tersebut, para demonstran berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu dapat menemui mereka secara langsung untuk mendengarkan tuntutan yang disampaikan. Mereka menilai dialog terbuka penting untuk menghasilkan solusi yang konkret.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Zainal, menyatakan dukungan terhadap kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kita memberikan apresiasi kepada saudara-saudara kita, baik buruh maupun mahasiswa, yang menyampaikan aspirasi dan keinginan mereka. Itu dijamin oleh undang-undang,” ujar Zainal.
Namun demikian, Zainal mengingatkan agar aksi dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Harapan kita, aksi ini dilakukan dengan tertib sehingga tidak menimbulkan kerugian. Apalagi saat ini kita berada di tengah efisiensi, sehingga anggaran pemerintah daerah bisa difokuskan untuk pembangunan yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi aksi di Bengkulu yang dinilai masih relatif terkendali meskipun terdapat beberapa insiden.
“Kalaupun ada kerusakan, tidak separah yang terjadi di tempat lain,” ujarnya.
Selain itu, Zainal meminta aparat penegak hukum yang melakukan pengamanan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan profesional.
“Kita berharap aparat melaksanakan pengamanan sesuai SOP dan tidak berlebihan, sehingga semua pihak merasa aman dan terlindungi,” tutupnya.
Aksi yang berlangsung hingga siang hari terpantau mendapat pengawalan aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi sambil menunggu tanggapan dari pemerintah daerah. (Adv)
