BENGKULU,BITNews.id – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi MM, yang juga merupakan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu, menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu.
Pada wawancara dengan awak media (8/9/23) lalu, Sumardi menjelaskan bahwa ketika membahas APBD 2024 dan pembahasan KUA PPAS 2024, mereka menerima laporan tentang kesulitan pencairan dana hibah bagi KONI.
Menurut Sumardi, kebijakan KONI terhadap dana hibah tersebut sangat sulit dan menyulitkan gerakan cabang olahraga yang membutuhkan dana.
Sumardi juga menyoroti bahwa pencairan tahap pertama yang akan diverifikasi oleh inspektorat provinsi Bengkulu tidak dilampiri dengan bukti pengeluaran oleh cabang olahraga yang sudah ada, seperti kejuaraan nasional dan lain-lain.

Sumardi menilai bahwa hibah sebesar 5 miliar kepada KONI terlalu tinggi dan sejumlah anggota Banggar berharap hibah kepada KONI cukup untuk keperluan air, listrik, dan lain-lain.
“KONI tidak memusatkan perhatian pada memberikan pelayanan untuk cabang olahraga dan kinerja KONI dianggap tidak sesuai dengan visi misi yang dijanjikan ketika mencalonkan diri sebagai ketua KONI,’ tuturnya.
Sumardi menegaskan bahwa tujuh ketua cabang olahraga di DPRD Provinsi Bengkulu merasa kecewa mendengar laporan ini dan mengharapkan reformasi dari KONI. Anggota Banggar Provinsi Bengkulu akan mempertimbangkan dana hibah kepada KONI yang diajukan oleh pemerintah daerah, serta menyarankan agar KONI belajar dari birokrasi. (Ptr/Adv)
