JEMBER, BITNews.id – Pemerintah Kabupaten Jember mencatatkan kemajuan signifikan dalam sektor kesejahteraan masyarakat sepanjang tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait, angka kemiskinan di Jember menyentuh level terendah dalam sepuluh tahun terakhir, yakni sebesar 8,67 persen.
Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Jember kini menyisakan sekitar 216.760 jiwa. Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur yang berada di level 9,50 persen.
Bupati Gus Fawait mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kebijakan intervensi yang terukur.
“Alhamdulillah, ikhtiar kita bersama membuahkan hasil nyata. Fokus kami jelas, mengurangi beban pengeluaran warga sekaligus menggenjot pendapatan per kapita melalui 43 kegiatan lintas sektor yang menyasar hampir dua juta individu,” ujarnya Jumat (3/4/2026).
Peningkatan kualitas hidup masyarakat juga tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember yang melesat ke angka 71,57 pada 2025, naik tajam dari posisi 69,20 di tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh penguatan daya beli masyarakat sebesar 4,18 persen serta peningkatan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang naik dari 0,31 persen menjadi 1,53 persen.
“Kita tidak hanya membangun fisik, tapi membangun manusianya. Dimensi pengetahuan juga kita genjot melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang pertumbuhannya melompat dari 0,31 persen menjadi 1,53 persen tahun ini,” tambah Bupati Jember tersebut.
Di sektor kesehatan, Jember berhasil menekan prevalensi stunting secara signifikan dari 30,4 persen pada 2024 menjadi 20,1 persen di tahun 2025.
Selain itu, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah ini hampir mencapai target sempurna dengan persentase 99,46 persen.
“Kesehatan adalah fondasi. Dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) yang signifikan serta UHC yang hampir 100 persen, kami ingin memastikan tidak ada warga Jember yang takut berobat karena kendala biaya,” tegas Gus Fawait. (Adv)
