BITNews.id – Batik khas Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali tampil dalam ajang Malam Apresiasi dan Pergelaran Busana Batik Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi yang digelar di Anjungan Provinsi Jambi, Taman Mini Melayu Jambi, Sabtu malam (17/1/2026).
Pada kegiatan tersebut, Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari, turut memperagakan busana batik khas daerah bersama putranya, M. Chico Fulvian Hich. Keduanya tampil mengenakan busana batik yang merepresentasikan kekayaan budaya dan potensi alam Tanjung Jabung Timur.
Bupati Dillah Hikmah Sari mengenakan busana batik rancangan perancang busana Jambi, Bima Zikwan, bertajuk “Nayaka Negeri”. Busana tersebut mengusung motif resam yang menjadi ciri khas batik Tanjab Timur.
Sementara itu, putranya mengenakan busana bermodel outer dengan motif pohon pedade dan ikan toman, yang melambangkan kekayaan alam pesisir dan perairan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Selain Bupati, kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah, Kepala Badan Keuangan Daerah, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersama para istri yang turut mengenakan batik khas daerah.
Batik yang dikenakan merupakan seragam batik Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang digunakan setiap hari Rabu maupun pada kegiatan tertentu.
Kebijakan penggunaan batik lokal sebagai seragam ASN merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk mempromosikan batik Tanjab Timur sekaligus mendorong perkembangan UMKM pengrajin batik lokal.
Dalam sambutannya, Gubernur Jambi, Al Haris, mengapresiasi perkembangan batik lokal di Provinsi Jambi yang dinilai semakin diminati masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa batik Jambi semakin diterima dan menjadi kebanggaan masyarakat. Kita patut mengapresiasi para perancang busana Jambi yang kemampuannya tidak kalah dengan perancang nasional,” ujar Al Haris.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan desain batik tetap memperhatikan nilai adat istiadat, budaya lokal, serta norma yang berlaku di masyarakat.
Sementara itu, Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pengembangan batik Tanjab Timur, baik dari sisi kualitas produk maupun kesejahteraan para pengrajin.
“Melalui promosi yang berkelanjutan, kami ingin batik Tanjab Timur semakin dikenal luas sekaligus meningkatkan pendapatan para pengrajin. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu MERATA—Membangun Bersama Rakyat untuk Bahagia dan Sejahtera,” ujar Dillah.
Ia juga berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat, dapat bersinergi dalam mempromosikan batik khas Tanjung Jabung Timur hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Melalui partisipasi dalam pergelaran busana batik tingkat Provinsi Jambi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menegaskan bahwa batik tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi serta menjadi identitas kebanggaan daerah. (Adv)
