Dempo Xler : Kesenian dan Budaya Bengkulu Bisa Menjadi Sumber PAD

BENGKULU,BITNews.id – Ketua Komisi l DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler SIP MAP mendukung kesenian dan kebudayaan Bengkulu menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Bengkulu.

Apalagi Dempo mencontoh daerah Bali yang fokus mempromosikan nilai kesenian dan kebudayaan daerah dalam menunjang PAD.

Terlebih lagi seni budaya merupakan salah satu potensi PAD yang tidak akan ada habisnya.

Baca Juga :  Lantik Dokter Ahli Utama, Pj. Gubernur Harap Pelayanan Prima di Bidang Kesehatan

Hal itu diungkapkan Dempo Xler ketika menghadiri acara Tokok Dol Over Limit Festival yang diselenggarakan di salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Bengkulu, (24/2/2024).

“Ke depan saya akan menjadi musik Dol salah satu seni budaya yang menghasilkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pihak DPRD bersama pemerintah daerah akan berusaha bagaimana kesenian dan kebudayaan Bengkulu menjadi sumber PAD.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler (Dok. Penulis)

Apalagi diketahui Bengkulu yang sudah pasti mempunyai potensi besar untuk dijual.

Baca Juga :  Ketua DPRD Ajak Semua Sektor untuk Terus Berkarya dalam Memajukan Provinsi Bengkulu

“Ke depan saya juga akan diperjuangkan alat musik tradisional Dol Bengkulu ini menjadi salah satu olahraga di Bengkulu,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, pihaknya akan membuat gagas baru agar alat musik Dol ini bukan hanya menjadi seni dan budaya, namun juga menjadi ajang seni budaya dan olahraga.

“Saya yakin bisa terwujud dan kota akan gagas itu, karena ini juga upaya pelestarian,” terangnya.

Baca Juga :  Sinergi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk Pembangunan Daerah

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Karnawanto memberikan apresiasi atas kegiatan ini, karena akan menimbuhkan minat dan bakat terhadap kesenian serta kebudayaan daerah. Bahkan bisa berkreasi lebih lagi dari yang modern dipadukan dengan modern.

“Semoga kita semua lebih mencintai kesenian daerah dan bisa tetap lestari,” pungkasnya. (adv)