BATANG HARI, BITNews.id – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief, mengajak masyarakat mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perselisihan, khususnya yang terjadi di lingkungan keluarga.
Hal itu disampaikan Fadhil Arief saat menghadiri acara buka puasa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (2/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti fenomena meningkatnya persoalan keluarga yang langsung dibawa ke ranah hukum tanpa melalui penyelesaian secara kekeluargaan.
“Kalau ada perselisihan dalam keluarga atau masyarakat, jangan langsung dibawa ke polisi. Misalnya, pertengkaran antar saudara atau sepupu seharusnya bisa diselesaikan melalui mediasi keluarga,” kata Fadhil.
Ia mencontohkan kasus perselisihan antaranggota keluarga terkait pencurian buah kelapa sawit yang berujung laporan ke kepolisian. Menurutnya, kondisi itu terjadi karena minimnya figur penengah dalam keluarga.
“Sekarang ini sudah jarang ada sosok yang dihormati sebagai penengah dalam keluarga. Padahal, peran tersebut penting untuk mendamaikan dan mengingatkan kedua belah pihak,” ujarnya.
Fadhil menilai, kecenderungan saat ini menunjukkan masing-masing pihak lebih memilih membela tanpa mencari solusi bersama. Akibatnya, persoalan kecil dapat berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Yang terjadi sekarang bukan mencari penyelesaian, tetapi saling menghakimi. Ini yang harus dihindari,” tegasnya.
Ia berharap budaya musyawarah dan mediasi dapat kembali diperkuat di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran tokoh keluarga maupun tokoh masyarakat sebagai penengah penting untuk menciptakan perdamaian dan mencegah konflik berlanjut ke proses hukum.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Batang Hari, Arya Tesa Brahmana, serta sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. (Adv)
