Generasi Emas 2045 Terancam, DPRD Bengkulu Desak Pemerintah Tangani Meningkatnya HIV/AIDS

BENGKULU,BITNews.id – Pemerintah diminta untuk lebih peka terhadap meningkatnya jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Provinsi Bengkulu.

Pada tahun 2022 saja, sudah tercatat sebanyak 1.224 orang terjangkit penyakit mematikan tersebut.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler mengkritik klaim Pemerintah Provinsi Bengkulu yang menyebutkan sejumlah sektor sedang mengalami pertumbuhan, termasuk di antaranya sektor kesehatan.

Baca Juga :  Tim Cagub Jambi RH di Bungo Ngamuk, Diduga RH Tak Tepati Janji

“Sektor kesehatan bertumbuh, ekonomi bertumbuh, bahkan angka HIV/AIDS pun ikut-ikutan bertumbuh,” tutur Dempo, usai hearing dengan Duta HIV/AIDS se-Provinsi Bengkulu, pada Jumat (17/11).

Dempo menekankan perlunya perhatian serius dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terkait meningkatnya angka HIV/AIDS, khususnya untuk kabupaten/kota yang angka penularannya signifikan.

Ia mengingatkan bahwa darah dan hubungan seksual, baik sejenis maupun berbeda jenis, merupakan beberapa penyebab penularan HIV/AIDS. Oleh karena itu, Dempo mengusulkan agar langkah pencegahan dicapai secara masif.

Baca Juga :  Bank Jambi Salurkan Dana Replanting Sawit Rp 277 Miliar untuk Petani di Provinsi Jambi
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler (Dok. Pribadi)

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan peran penting pemerintah untuk menangani masalah meningkatnya angka penularan HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu, yang dapat mempengaruhi upaya menciptakan generasi emas tahun 2045.

“Jangan sampai gara-gara HIV/AIDS yang terus meningkat ini, nantinya malah berdampak pada upaya menciptakan generasi emas tahun 2045,” tegas Dempo.

Dalam audensi tersebut, terungkap bahwa Mahasiswa Universitas Bengkulu, Muhammad Iqbal, memperlihatkan perkembangan yang signifikan dalam jumlah penderita HIV/AIDS dalam rentang waktu singkat.

Baca Juga :  Danrem 042/Gapu Ikuti Jalan Santai HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Misalnya saja, di Kabupaten Rejang Lebong, tercatat sudah ada 46 orang terinfeksi HIV/AIDS pada bulan Oktober 2023, sedangkan beberapa hari terakhir jumlahnya sudah mencapai 96 orang dengan HIV/AIDS. Menurut Iqbal, sebagian besar penderita HIV/AIDS ini berada di kelompok umur 18-35 tahun, dan angkanya kian mengalami peningkatan, sementara target Pemerintah Indonesia di tahun 2030 adalah menjadikan Indonesia bebas dari HIV/AIDS. (Ptr/Adv)