Gubernur Jambi Al Haris Hadiri Musyawarah Nasional V ADPMET di Jakarta

JAKARTA,BITNews.id – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) yang digelar di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Diaz Hendropriyono, dan dihadiri oleh para kepala daerah dari wilayah penghasil migas serta pejabat tinggi negara lainnya.

Baca Juga :  Kejuaraan Tenis Lapangan Danrem Cup 2024 Resmi Dibuka

Munas V ADPMET menjadi forum strategis bagi para pemimpin daerah dalam menyusun kebijakan dan menyampaikan masukan terhadap pengelolaan migas dan energi terbarukan yang adil, transparan, dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Gubernur Al Haris menyampaikan pentingnya keberadaan ADPMET sebagai wadah konsolidasi daerah yang memiliki potensi migas dan energi terbarukan.

“ADPMET menjadi ruang bersama bagi daerah penghasil migas dan energi terbarukan untuk memperjuangkan tata kelola yang lebih baik dan adil,” ujar Al Haris.

Baca Juga :  Korem 042/Gapu Gelar Bazar Ramadhan TNI 2026, Warga Jambi Timur Antusias Berburu Sembako Murah

Ia juga menyoroti persoalan sumur minyak ilegal yang masih marak di sejumlah daerah, termasuk di Provinsi Jambi.

“Masih sangat banyak sumber daya alam, khususnya minyak dan gas, yang belum dikelola secara maksimal. Banyak ditemukan sumur-sumur ilegal yang jelas merugikan negara dan daerah,” tegasnya.

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa salah satu peran strategis ADPMET adalah mendorong tata kelola pertambangan migas dan energi yang berkelanjutan dan menjadi sumber pendapatan sah bagi pemerintah pusat maupun daerah.

Baca Juga :  Harapan dan Nafas Baru, Dibawah Kepemimpinan Hotel Manager Rumah Kito yang Baru

“Tugas asosiasi ini adalah bagaimana mendorong pengelolaan migas yang legal, terukur, dan bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat serta negara,” tambahnya.

Munas ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja asosiasi serta forum penyusunan arah kebijakan strategis ke depan dalam pengelolaan energi nasional, termasuk memperkuat sinergi antar daerah penghasil. (Adv)