Komisi IV DPRD Bengkulu: Tidak Menutup Kemungkinan Medsos akan Dijadikan Mata Pelajaran Muatan Lokal

BENGKULU, BITNews.id – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Zainal, memberikan tanggapan hearing Yayasan Pusat Pendidikan untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu soal kebijakan untuk pencegahan dan penanganan perlindungan, kekerasan berbasis gender online (KBGO) dan kekerasan seksual berbasis elektronik (KSBE), di ruang rapat komisi DPRD Provinsi Bngkulu, Senin (20/2/2023).

Ia mengatakan, upaya yang akan dilakukan pembahasan dengan mitra kerja mungkin ada kebijakan, akan ada pelajaran tambahan ataupun ekstrakurikuler terkait media sosial (Medsos).

Baca Juga :  Pjs Gubernur Jambi Pastikan PI 10% Masuk Anggaran Daerah Tahun 2025

“Menyaring Medsos yang kita ikuti harus mengetahui mana berita hoaks, kita harus bisa memilah, memilih mana berita yang layak mana yang tidak, harus dipelajari bersama. Tidak menutup kemungkinan dinas pendidikan setuju, maka kita akan jadi pelajaran muatan lokal terkait Medsos agar siswa siswi dapat memahami terkait persoalan Medsos,” ungkap Ketua DPW PKB Bengkulu ini.

Baca Juga :  Tertibkan Perizinan Tambang, Pemprov Bengkulu Bersama KPK Teken Komitmen Bersama

Lanjut Zainal, untuk lebih gampang agar merekomendasikan Infokom untuk menutup atau menyaring konten konten, di tingkat nasional juga telah memprotes konten konten yang tidak layak dimuatkan di dalam Medsos. Zainal mengatakan, sudah banyak terbukti masalah Medsos, maka dari itu harus ada langkah langkah yang tepat untuk membuat anak-anak menjadi cerdas.

“Yang kita anggap penyakit hanyalah fisik yang ada klinik, tapi belum ada orang yang membuka klinik untuk melakukan konseling terhadap penyakit sosial. Andai kata ini dibutuhkan, tidak menutup kemungkinan akan ada di tengah kita, karena penyakit psikologi ini lebih berat dari pada penyakit fisik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wagub Sani: Penyembelihan Hewan dalam Islam Memiliki Tata Cara dan Adab Sesuai Syariat

“Hasil ini akan kita koordinasikan dengan OPD terkait dan akan menjadi bahan pertimbangan,” tutup Zainal. (Ptr/Adv)