Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, Al Haris Fokus ke Wilayah 3T Jambi

JAMBI,BITNews.id – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). Fokus utama program ini adalah memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke desa-desa yang sulit dijangkau.

Pernyataan itu disampaikan Al Haris usai mengikuti rapat virtual bersama Presiden Prabowo Subianto dan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait percepatan pembangunan SPPG, di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (24/9/2025).

Baca Juga :  Ketua DPRD Provinsi Jambi Safari Ramadhan di Masjid Miftahurrahmah

Menurut Al Haris, sejumlah wilayah di Jambi masuk kategori 3T, di antaranya Kecamatan Jangkat dan Tabir Barat di Kabupaten Merangin, serta beberapa wilayah di Kabupaten Sarolangun. Ia menekankan, pemerataan akses makanan bergizi bagi anak-anak di daerah tersebut menjadi prioritas.

“Daerah 3T justru lebih membutuhkan SPPG karena banyak anak-anak yang kehidupannya pas-pasan. Kita ingin program makan bergizi gratis bisa merata hingga ke desa terpencil,” kata Al Haris.

Baca Juga :  26 Wartawan Ikuti Media Gathering OJK Provinsi Jambi

Al Haris juga menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap daerah yang belum meluncurkan program SPPG. “Ada beberapa daerah yang belum mulai, seperti Bungo, Sarolangun, dan Tebo. Kita minta segera memulai agar cakupan layanan semakin luas,” ujarnya.

Dalam rapat, Al Haris turut menyampaikan solusi atas sejumlah kendala pembangunan SPPG, mulai dari akses material hingga pendanaan. Ia menawarkan keterlibatan koperasi desa sebagai mitra pembangunan.

Baca Juga :  Bupati Fadhil Arief Lepas Keberangkatan 175 CJH Batang Hari ke Tanah Suci

“Kalau di daerah 3T sudah ada koperasi merah putih, kita coba dorong agar bisa bermitra dengan Bank Himbara untuk percepatan pembangunan SPPG,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jambi berharap percepatan pembangunan SPPG mampu menekan kesenjangan gizi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di daerah terpencil. (Adv)