Sekda Tanjab Timur Adakan Pertemuan dialogis Holtikultura di Desa Tri Mulya

BITNews.id – Sekertaris Daerah Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) Sapril, S.IP Jum’at (19/3/21) melakukan kegiatan dialog dan panen cabai di Desa Tri Mulya Kecamatan Rantau Rasau.

Sebelum panen cabai, Sekda didampingi kepala dinas tanaman pangan dan holtikultura (TPH) melakukan pertemuan dialogis membahas permasalahan seputar kegiatan holtikultura di Desa Tri Mulya. Acara dialog ini dihadiri oleh para penyuluh lapangan Kecamatan Rantau Rasau beserta kelompok tani dan pelaku usaha pertanian Desa Tri Mulya.

Baca Juga :  Bupati Asahan Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional

Sekda mengakui masih banyak kendala yang harus di tuntaskan guna mendukung eksistensi dunia pertanian di Tanjabtim,salah satu yang menjadi atensi pemerintah terkait masalah tanggul penahan air,masih ada beberapa titik yang harus dibangun dan diperbaiki, semua itu sudah dirangkum dan akan segera dibahas ditatatan pemangku kebijakan.

“Usul perbaikan tanggul jadi fokus kita, saya akan sampaikan ke Bupati biar segara di bahas”, ungkap Sekda.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi DPRD Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024

Sementara itu Agus, petani yang lahan nya menjadi lokasi panen cabai disela sela pertemuan dialogis mengungkapkan. Tahun ini mencoba menanam cabai jenis kastelo dan laju produk unggulan panah merah dilahan seluas 0,5 hektar, hasil nya sangat memuaskan.

Berkat dukungan penyuluh dan alat sistem pertanian yang diberikan pemerintah yang dikelola kelompok tani, hasil panen cabai dilahan nya melimpah ruah.

“Saya pak sekda senang penyuluh dan petani disini saling melengkapi, hasil panen bagus berkat penerapan teknologi pertanian,” kata Agus.

Baca Juga :  Fadhil Arief: Salahsatu Penilaian Kinerja Pejabat Menindaklanjuti Keluhan Masyarakat

Tanaman holtikultura yang di tanam berbagai macam, mulai dari cabai, jenis kacang kacangan hingga buah buahan seperti semangka dan melon, semua nya tumbuh dan berkembang dengan baik dan harga dipasar sejauh ini relatif stabil dan menguntungkan petani.

“Hasil panen tidak kalah dengan komoditi perkebunan bahkan saat beruntung, bisa untung besar”ulas Agus.(wan/adv)