JEMBER, BITNews.id – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan kolaborasi langsung dengan pemerintah pusat.
Langkah strategis ini mengemuka dalam kunjungan kerja ke Jakarta, di mana jajaran Pemkab Jember memaparkan berbagai program riil yang telah berjalan di daerah kepada kementerian terkait.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di ibu kota bukan sekadar membawa deretan proposal usulan, melainkan memaparkan data konkret, sistem pendukung, serta capaian di lapangan.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar program pusat benar-benar sinkron dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” ujar Gus Fawait.
Langkah taktis ini selaras dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta penurunan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Dalam pertemuan dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan dua program unggulan yang langsung menyentuh masyarakat, yakni Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) dan layanan kesehatan Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah hadir lebih dekat untuk menyerap aspirasi warga, mendekatkan layanan publik, sekaligus menjadi strategi pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare memastikan akses kesehatan mendatangi langsung rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Inovasi berbasis data tersebut mendapat apresiasi positif dari jajaran Kemendes PDT karena dinilai solutif dan dapat menjadi referensi bagi daerah lain.
Selain itu, sinergi erat juga dibangun bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui percepatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
Pemkab Jember memastikan kesiapan administrasi dan ketepatan data penerima manfaat sehingga mampu memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Menurut Gus Fawait, penanganan kemiskinan tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tegas Gus Fawait. (Adv)
