13.436 Batang Rokok Ilegal Terjaring Razia Satpol PP Ciamis

CIAMIS, BITNews.id – Peredaran rokok ilegal terus jadi perhatian utama, terutama karena dampaknya yang besar bagi negara dan masyarakat.

Demi memberantas masalah ini, Satpol PP Kabupaten Ciamis bersama Bea Cukai Tasikmalaya meluncurkan kampanye keren bertajuk “Gempur Rokok Ilegal.” Pada Kamis, (06/12/2023).

Fokusnya, Kombinasi antara edukasi publik yang masif dan tindakan hukum yang tegas.

Kasat PP Ciamis, Uga Yugaswara, menyebut kolaborasi adalah kunci. Menurutnya, langkah ini tak bisa dilakukan setengah-setengah, melainkan harus melibatkan semua pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

“Tanpa kerja sama, rokok ilegal akan terus merajalela. Edukasi itu penting, tapi harus diimbangi dengan aksi nyata di lapangan,” tegas Uga.

Baca Juga :  Paslon H. Hidayatullah dan H.A. Yasyir Ridha Loebis Serahkan Berkas ke KPU Kota Medan

Sepanjang 2023, peredaran rokok ilegal naik 6,86%. Akibatnya, negara berpotensi rugi hingga Rp15,01 triliun! Salah satu penyebabnya adalah kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebesar 10%.

Kebijakan ini memang dibuat untuk mengurangi jumlah perokok, terutama anak muda, tapi efek sampingnya, banyak konsumen beralih ke rokok murah dan ilegal.

Ironisnya, alih-alih menekan angka perokok, rokok ilegal malah makin sulit dikendalikan. Dan ini bukan cuma soal uang dampaknya juga terasa ke kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Ketua DPRD Jambi Hadiri Penyerahan Digital DIPA Tahun 2025

Satpol PP Ciamis tak hanya diam. Sejak Desember 2023, mereka udah melatih lebih dari 200 peserta untuk bisa mengenali rokok ilegal.

Selain itu, operasi pasar terpadu bareng TNI dan Polri terus dilakukan. Hasilnya, Hingga November 2024, mereka berhasil menyita 683 bungkus rokok ilegal setara 13.436 batang.

Tak berhenti di situ, tim gabungan juga memperkuat pengawasan di wilayah rawan. Tujuannya adalah untuk mencegah peredaran rokok ilegal berpindah ke daerah yang kurang terpantau.

Uga juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, dalam melawan rokok ilegal.

Baca Juga :  Dirreskrimsus Polda Jambi Ikuti Lomba Lari 10 K Candi Muaro Jambi

“Bukan cuma soal hukum, ini soal masa depan kita juga. Rokok ilegal itu nggak cuma bikin negara rugi, tapi juga merusak kesehatan generasi muda,” tegasnya.

Makanya, edukasi jadi prioritas. Dengan makin banyak orang yang paham bahaya rokok ilegal, upaya pemberantasannya akan lebih efektif. Jadi, mari ikut bergerak! Pilih produk legal, dukung aturan, dan bantu jaga masa depan bangsa.

Dengan sinergi pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat, kita bisa menekan peredaran rokok ilegal. Ini bukan sekadar kampanye, tapi gerakan bersama untuk kesejahteraan kita semua.(Arlga)