JAMBI, BITNews.id – Bank Jambi terus mempercepat pemulihan layanan dengan menambah jumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) aktif menjadi 75 unit dan mengoperasikan 15 unit Cash Recycle Machine (CRM) di berbagai wilayah.
Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, mengatakan penambahan tersebut merupakan bagian dari reaktivasi layanan yang dilakukan secara bertahap sejak Maret 2026.
“Pada tahap pertama sejak 14 Maret 2026, sebanyak 66 unit ATM telah kembali beroperasi di kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor fungsional,” ujar Khairul, Senin (20/4/2026) malam.
Ia menjelaskan, pada tahap kedua per 20 April 2026, Bank Jambi menambah 9 unit ATM yang tersebar di lingkungan perkantoran pemerintah daerah, serta mengaktifkan 15 unit mesin CRM.
Menurut Khairul, penambahan ATM tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia. Mesin yang sebelumnya sudah tersedia di sejumlah lokasi kini kembali diaktifkan untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat.
“ATM di beberapa lokasi perkantoran pemerintah daerah sebelumnya belum dapat dioperasikan karena menunggu izin. Saat ini sudah dapat diaktifkan kembali,” katanya.
Selain itu, kehadiran mesin CRM memberikan kemudahan bagi nasabah karena tidak hanya melayani tarik tunai, tetapi juga setor tunai secara langsung.
“Melalui CRM, nasabah dapat melakukan setor dan tarik tunai dengan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Bank Jambi juga memperpanjang jam operasional ATM di kantor cabang. Jika sebelumnya beroperasi pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, kini layanan diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB setelah mendapat persetujuan regulator.
“Perpanjangan jam operasional ini bertujuan memberikan fleksibilitas lebih bagi nasabah dalam bertransaksi,” jelas Khairul.
Selain itu, sejak 28 Februari 2026, Bank Jambi telah memberlakukan layanan operasional terbatas pada akhir pekan guna menjaga akses layanan kepada nasabah.
Khairul menambahkan, proses pemulihan sistem masih berlangsung secara bertahap dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penguatan keamanan.
“Koordinasi dengan regulator terus dilakukan, termasuk dalam proses aktivasi kembali layanan mobile banking,” katanya.
Ia menyebutkan, Bank Jambi tengah menyiapkan pembaruan infrastruktur teknologi informasi serta implementasi Core Banking System versi terbaru untuk mendukung normalisasi layanan.
“Untuk mobile banking, saat ini sedang disiapkan peningkatan sistem dari versi sebelumnya ke versi terbaru. Kami targetkan dapat kembali digunakan sekitar Juli atau Agustus 2026,” ujarnya.
Bank Jambi juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan atas dukungan dalam menjaga stabilitas layanan perbankan selama proses pemulihan berlangsung. (*)
