JAMBI, BITNews.id – Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu 1447 Hijriah/2026 Masehi di Provinsi Jambi berlangsung aman, tertib, dan lancar selama periode H-10 hingga H+9 Lebaran.
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pos koordinasi menyatakan, kelancaran tersebut merupakan hasil koordinasi lintas sektor antara pemerintah, aparat, dan pemangku kepentingan transportasi.
Pelaksanaan angkutan Lebaran mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 56 Tahun 2026 tentang Penanggung Jawab Pos Koordinasi di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf mengatakan, pihaknya berperan sebagai koordinator internal Kementerian Perhubungan di daerah, termasuk melakukan pemantauan lapangan serta langkah antisipatif terhadap potensi gangguan transportasi.
“Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tidak hanya berfokus pada kelancaran, tetapi juga pada keselamatan dan perlindungan masyarakat,” ujarnya.
Selama periode angkutan Lebaran, tercatat 63 titik posko dan fasilitas pendukung yang terdiri dari delapan posko moda darat, lima posko laut, tiga posko udara, serta 45 pos pengamanan dan pelayanan. Selain itu, tersedia 111 rest area dan masjid ramah pemudik.
Pada moda darat di empat terminal tipe A, jumlah kedatangan bus tercatat 3.469 unit atau turun 17 persen, dengan penumpang datang 5.200 orang atau naik 22 persen. Sementara itu, keberangkatan bus mencapai 3.756 unit atau turun 15 persen, dengan penumpang berangkat 14.169 orang atau naik 28 persen.
Puncak arus mudik terjadi pada H-6 (15 Maret 2026), sedangkan arus balik tertinggi pada H+7 (28 Maret 2026). Terminal Alam Barajo menjadi titik dengan aktivitas tertinggi.
Pada moda laut, jumlah kedatangan kapal mencapai 157 unit atau meningkat 391 persen, dengan 9.549 penumpang datang. Keberangkatan kapal tercatat 162 unit atau naik 413 persen, dengan 6.354 penumpang berangkat.
Sementara itu, moda udara mencatat 252 kedatangan pesawat atau naik 3 persen dengan 36.484 penumpang. Keberangkatan pesawat mencapai 254 unit atau naik 3 persen, dengan 35.104 penumpang.
Pergerakan masyarakat selama mudik masih didominasi kendaraan pribadi, yakni 478.753 sepeda motor dan 510.898 mobil. Kondisi ini memengaruhi aktivitas terminal sebagai simpul transportasi.
Selain itu, terjadi pergeseran pola perjalanan seiring beroperasinya Jalan Tol Pijoan–Tempino.
Berdasarkan data Jasa Raharja wilayah Jambi, selama periode angkutan Lebaran 2026 tercatat lima korban meninggal dunia dan 121 korban luka-luka.
Dibandingkan tahun 2025, jumlah korban meninggal dunia turun 85 persen, sedangkan korban luka-luka turun 12 persen. Tidak terdapat korban meninggal dunia dari penumpang angkutan umum.
Meski berjalan lancar, BPTD mencatat sejumlah hal yang masih perlu perhatian, antara lain pelanggaran operasional angkutan barang, praktik menaikkan dan menurunkan penumpang di titik tidak resmi, serta masih adanya angkutan ilegal.
Selain itu, angkutan penyeberangan rakyat, khususnya kapal di bawah 7 GT, masih ditemukan belum memiliki izin operasional dan belum terlindungi asuransi.
Benny menambahkan, untuk kedepannya, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, KSOP, dan Jasa Raharja dalam penataan perizinan serta pengawasan keselamatan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)
BPTD Jambi Catat Tren Positif, Korban Kecelakaan Turun Selama Mudik
Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf saat mengikuti kegiatan di Posko Induk Angkutan Lebaran 2026 di Jambi. (Dok, Nahar)
