Danrem 042/Gapu Tinjau Lahan OPLA di Tanjab Timur, Dukung Percepatan Tanam Serentak

TANJABTIM,BITNews.id – Komandan Korem 042/Gapu, Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc., meninjau kegiatan Optimalisasi Lahan (Opla) di wilayah Kodim 0419/Tanjab, tepatnya di lahan milik Kelompok Tani Sri Rahayu dan Poktan Sido Murni di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program percepatan ketahanan pangan nasional melalui pengolahan lahan tidur menjadi lahan produktif yang ditargetkan untuk penanaman serentak pada awal September 2025.

Baca Juga :  Peduli Dunia Pendidikan bagi Anak Yatim, Danrem 042/Gapu Gandeng Pengusaha Lokal Salurkan Program CSR

Dalam kunjungan tersebut, Danrem 042/Gapu didampingi oleh Kasiter Kasrem 042/Gapu, Dandim 0419/Tanjab, Pabung Muaro Jambi dan Tanjab Timur, Pasi Wanwil Siterrem, serta unsur pemerintah daerah seperti Wakil Bupati Tanjab Timur, Camat Berbak, Kapolsek Rasau, Danramil Rasau, Kadis TPH Tanjab Timur, kepala desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani setempat.

Danrem mengingatkan agar momentum cuaca cerah dimanfaatkan secara optimal agar proses Opla dapat diselesaikan tepat waktu.

Baca Juga :  Temui Bappenas, Bupati Dillah Pertajam Rencana Hilirisasi Kelapa Dalam

“Manfaatkan cuaca cerah untuk menyelesaikan pekerjaan Opla. Jangan sampai terhambat karena kita ingin awal September sudah bisa tanam serentak,” tegas Brigjen TNI Heri Purwanto.

Ia juga mendorong petani untuk tetap semangat menggarap lahan, dan bila mengalami hambatan, agar memanfaatkan keberadaan Brigade Pangan di wilayah masing-masing.

Lebih lanjut, Danrem menegaskan lahan yang telah dioptimalkan tidak boleh dialihfungsikan, serta mendorong agar lahan sawit yang tidak produktif bisa dikonversi menjadi lahan persawahan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Bahaya Narkoba Sabu: Otak Rusak, Emosi Tak Stabil, Rumah Tangga Hancur

Kunjungan ini menunjukkan komitmen TNI dalam memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Red)