BANDUNG,BITNews.id – Dalam semangat kemanusiaan, Dinas Sosial Kota Bandung bersama sejumlah relawan lokal dengan sigap membantu seorang ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) terlantar yang membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus. Kolaborasi spontan ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
Adalah Wandy, seorang pria berusia 42 tahun asal Kota Bandung yang mengalami gangguan jiwa dan sempat menjalani perawatan di RSJ Provinsi Jawa Barat. Setelah menyelesaikan masa rawat inap, Wandy diharuskan pulang ke rumah. Namun, kondisi keluarganya tidak memungkinkan.
Di rumah hanya ada sang ibu yang sudah lanjut usia dan mengalami stroke, sementara kondisi tempat tinggal mereka juga tidak layak huni.
Tanpa ada yang dapat menjaga dan merawatnya, beberapa relawan lokal segera berinisiatif untuk berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Dinas Sosial Kota Bandung.
Pada pukul 22.10 WIB, Senin (30/12/2024), Wandy akhirnya diterima di fasilitas Dinas Sosial Kota Bandung yang berlokasi di Rancacili. Meski permintaan bantuan dilakukan di luar jam kerja, pihak Dinas Sosial dengan tanggap merespons situasi tersebut.
Mereka memberikan bantuan yang diperlukan untuk memastikan Wandy mendapatkan tempat yang aman dan layak, sekaligus melanjutkan perhatian terhadap kesejahteraannya.
Langkah cepat yang diambil oleh Dinas Sosial Kota Bandung bersama para relawan menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya kepada warga yang membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus.
Saat diwawancarai oleh BITNews.id, Koordinator Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinsos Kota Bandung, Endang Srimulyatiningsih, S.E menjelaskan bahwa pihaknya memiliki mekanisme untuk memberikan pelayanan kepada ODGJ terlantar, terutama bagi mereka yang telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit jiwa.
“Sebagai langkah awal, Dinas Sosial menyediakan tempat penampungan sementara yang aman dan layak untuk mendukung pemulihan kondisi ODGJ. Selama masa penampungan, kami juga akan berupaya menelusuri keberadaan keluarga mereka melalui berbagai mekanisme, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait. Jika keluarga ditemukan, kami memfasilitasi mediasi untuk memperbaiki hubungan keluarga dan membantu reintegrasi ke masyarakat,” ujar Endang.
Lebih lanjut, Endang menambahkan bahwa apabila penelusuran keluarga tidak membuahkan hasil atau keluarga tidak mampu memberikan perawatan yang memadai, pihaknya akan merujuk ODGJ ke panti sosial atau lembaga rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap individu mendapatkan perlindungan dan perhatian yang layak sesuai dengan amanat undang-undang,” pungkasnya.
Sedangkan di tempat lain, salah seorang relawan lokal yang turut membantu, Wawan, menyampaikan harapannya agar kerjasama spontan seperti ini dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan.
“Kami berharap sinergi antara relawan lokal dan Dinas Sosial terus terjalin dengan baik. Dengan adanya dukungan yang lebih terorganisir, termasuk melalui program donasi sosial, kami yakin pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya ODGJ terlantar, dapat dilakukan dengan lebih maksimal dan berjangka panjang,” ujar Wawan Kepada BITNews.id.
Wawan juga menambahkan pentingnya partisipasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat umum, untuk menciptakan sistem pendukung yang solid.
“Setiap upaya kecil dapat membawa perubahan besar, terutama bagi mereka yang hidup dalam kondisi rentan,” tambahnya.
Kolaborasi antara pemerintah dan relawan seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga dapat mendorong terciptanya mekanisme perlindungan sosial yang lebih baik di masa mendatang. Dengan langkah bersama, Kota Bandung dapat menjadi kota yang lebih inklusif dan peduli terhadap semua warganya, tanpa terkecuali.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi para ODGJ terlantar sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kelompok rentan di Kota Bandung.(Arlga)
