Dosen Unja Tersangka Penganiayaan Mahasiswa Disabilitas Sudah Ditahan Polisi

JAMBI, BITNews.id – Oknum dosen Program Studi Olahraga dan Kesehatan (Porkes) Universitas Jambi (Unja), David Iqroni, yang dilaporkan ke Polda Jambi atas kasus penganiayaan terhadap seorang mahasiswa disabilitas, kini sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolda Jambi, Kamis (22/12/2022).

“Sebelumnya oknum dosen Unja (pelaku, red) saksi, dan setelah diperiksa intensif dan ditahan karena adanya pembuktian pengancaman yang dilakukan oleh oknum dosen kepada korban,” ujar Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta, saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Korem 042/Gapu Gelar Upacara Penyambutan Satgas Yonif Raider 142/KJ dan Pengukuhan Keluarga Asuh TNI-Polri Jambi

Andri menyebutkan, terkait pengancaman kepada korban sempat viral di media sosial sehingga mempermudah pembuktian.

“Jadi korban juga mengaku atas penganiayaan yang dilakukan oknum dosen Unja, sempat ditanya ibu kandung korban kerja apa seraya mengancam pasal perkuliahan serta oknum dosen juga memaki korban,” jelasnya.

Kasubbid Penmas Polda Jambi, Kompol Edy, juga mengatakan, terkait oknum dosen yang menganiaya mahasiswa disabilitas sudah ditahan di Mapolda Jambi, kamis malam ini, 22 desember 2022.

Baca Juga :  Borong Medali di WPFG 2025 dan Kapolri Cup VI, Bripda Farel dan Bripda Jihan Harumkan Nama Polda Jambi

Terpisah, AW yang merupakan seorang penyandang disabilitas mengaku membuat laporan ke Polda Jambi pada Jumat, 16 desember 2022 karena dianiaya oleh dosen pembimbing akademik (PA).

“Jadi saat mau ujian sama oknum dosen tersebut tidak ada jawaban hingga sampai sore, dan apalagi saya harus sudah di Palembang mengikuti kejuaraan pencak silat, namun saat bertanya apakah bisa berangkat atau tidak, justru saya dimarahi,” terangnya.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Hadiri Acara Puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2024

Tidak sampai di situ, korban mengaku juga dimarahi pelaku, dan saat korban disuruh keruangan kerjanya pelaku langsung memukul korban, mencekik korban sampai mencaci korban karena disabilitas.

“Di dalam ruangan dosen saya dipukul, dicekik dan didorong hingga membentur meja ruangan tersebut serta memaki saya,” katanya. (Nst)