Dukung Ketahanan Pangan, Ditolairud Jambi Tanam Jagung dan Tebar 5000 Bibit Ikan

JAMBI, BITNews.id – Untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi menebar 5.000 bibit ikan nila dan menanam jagung di lahan seluas 5.000 meter persegi di Parit 8, Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada Rabu (6/8/2025).

Kegiatan ini digelar oleh personel Markas Unit (Marnit) Kuala Tungkal Ditpolairud Polda Jambi di lahan milik H. Manan, seorang tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Taman Wisata Maro Alam Sungai Keluang Desa Sungai Rumpun Diresmikan Bupati Adirozal

Selain penebaran ikan, dilakukan pula penanaman bibit jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan di wilayah pesisir.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jambi Kombes Pol Agus Tri Waluyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keberlanjutan pangan di daerah pesisir.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri, khususnya Ditpolairud Polda Jambi, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan mempererat hubungan dengan masyarakat pesisir,” ujar Kombes Agus.

Baca Juga :  Buka Seleksi Dikbangpimti 2024, SSDM Polri Luncurkan Layanan "Laporbang"

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah unsur, antara lain Kasat Polairud Polres Tanjab Barat Iptu Putra, Kapolsek KSKP Iptu Widiharto, Babinsa Kodim 0419 Kelurahan Tungkal I Serka Sarbani, Kepala Dinas Perikanan Tanjab Barat Hapriansyah, S.St.Pi, perwakilan BPSDM Dita Sitanggang, serta santri dari Pondok Pesantren As-Syatibi dan masyarakat nelayan setempat.

Masyarakat yang hadir menyambut baik inisiatif tersebut. Program ini dinilai memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga ketahanan pangan.

Baca Juga :  Sekda Zainal Buka Karya Bakti Kodim 0417 Kerinci

Kombes Agus menambahkan, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berdaya saing,” tutupnya.(Red).