JAMBI, BITNews.id – Persoalan penumpukan sampah domestik yang sempat menggunung dan mengganggu kenyamanan di RSUD Raden Mattaher Jambi akhirnya tuntas teratasi. Langkah cepat ini diambil menyusul instruksi langsung dari Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Raden Mattaher, Dr. dr. Ke Silviana, Selasa (3/2/2026).
Penanganan intensif tersebut dilaksanakan melalui koordinasi Kepala Bidang Kesehatan Lingkungan (Kesling), Ben Patar Siahaan, guna memastikan area rumah sakit kembali bersih dan higienis.
Kasubag TU dan Humas RSUD Raden Mattaher Jambi, Joni, mengonfirmasi bahwa seluruh tumpukan sampah yang sebelumnya terbengkalai kini telah dievakuasi. Proses pengangkutan limbah domestik dilaporkan berjalan lancar dan mulai kembali ke jadwal reguler.
“Alhamdulillah, kisruh sampah domestik yang menumpuk sudah teratasi atas perintah Ibu Plt Direktur. Saat ini proses pengangkutan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Joni saat memberikan keterangan kepada media.
Sebelumnya, kondisi sampah di gedung belakang rumah sakit sempat menjadi sorotan tajam setelah lebih dari sepekan tidak diangkut. Tumpukan yang awalnya tersebar di dekat gedung perawatan tersebut tidak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga dikhawatirkan menjadi sumber penularan penyakit bagi pasien dan pengunjung.
Agar kondisi serupa tidak kembali terjadi, manajemen RSUD Raden Mattaher berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah mereka. Joni menegaskan akan ada serangkaian langkah strategis untuk meminimalisir volume sampah domestik di lingkungan rumah sakit.
“Kami tidak hanya fokus pada pengangkutan hari ini saja. Ke depan, pihak rumah sakit akan melakukan langkah-langkah konkret untuk mengurangi volume sampah domestik agar tumpukan seperti kemarin tidak terulang kembali,” tegasnya.
Manajemen juga mengimbau seluruh staf dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit. Penuntasan masalah sampah ini diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan bagi masyarakat yang sedang menjalani perawatan maupun warga yang berkunjung ke rumah sakit pelat merah tersebut. (adv)
