Isu Pendidikan Masih Menjadi Tantangan di Bengkulu, Dempo Xler Ajak Semua Pihak Ambil Tindakan

BENGKULU,BITNews.id – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, S.IP, MAP mengajak semua pihak untuk sama-sama mengatasi dan menyelesaikan peraoalan pendidikan yang ada di wilayah Bengkulu.

Hal ini disampaikannya usai saat menghadiri kegiatan Diskusi Publik Pendidikan Tertinggal dengan Tema ‘Menyongsong Pendidikan Sampai Pelosok Negeri Di Era Society 5.0’, yang dilaksanakan di Wings Kiri Laboratorium FKIP Universitas Bengkulu, Minggu (12/11) lalu.

Baca Juga :  Wabup Asahan Ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2022

“Saya mengajak teman-teman kita menemukan persoalan desa tertinggal dan sekolah tertinggal, tapi kita tidak boleh mengeluh dan itu semua menjadi motivasi kita, tumbuh kesadaran kita sekarang kolektif baik kaum akademisi, politisi, pengambil kebijakan dan mahasiswa sama-sama turun ke lapangan menuntaskan semua persoalan ini agar selesai,” tutur Dempo.

Ia menambahkan, ternyata selama ini masih banyak kebijakan yang belum merata, hingga kebijakan yang belum menyentuh secara real rakyat di bawah. Terutama persoalan pendidikan yang masih saja belum terselesaikan dengan baik.

Baca Juga :  Al Haris Buka Pertandingan Mini Soccer Piala Gubernur 2025

“Masih ada anak sekolah yang sekolahnya jauh, ada yang gurunya 3 bulan kali hadir, ada SD/SMP/SMA yang cinta infrastrukturnya tidak lengkap bahkan jauh dari harapan, ada memang orang tidak mau sekolah disana karena tidak punya kualitas. Ini semua menjadi bahan-bahan kita untuk memperbaiki pendidikan ke depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pada kesempatan ini Dempo juga menyampaikan apresiasi FKIP Unib yang menginisiasi Guru mengajar ke Pelosok Negeri, hal ini bagus karena bagaimana kesadaran kolektif mahasiswa untuk kembali ke desa telah tumbuh.

Baca Juga :  Pertama di Indonesia!, Polres Grobogan Launching Kampung Tangguh Anti Perdagangan Orang

Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan juga sebagai acuan dan pertimbangan untuk membentuk program kedepannya.

“Ini akan menjadi langkah konkret untuk kita, baik secara pribadi untuk program, bersama teman-teman NGO, bersama kampus dan pemerintah pusat. Juga menjadi acuan kebijakan dalam pengambilan kebijakan penganggaran kedepannya,” pungkasnya. (Ptr/Adv)