Kapolda Jambi Beri Penghargaan untuk Tokoh Kampung Bebas Narkoba

JAMBI, BITNews.id – Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar memimpin apel pagi di Lapangan Hitam Mapolda Jambi pada Senin (4/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang berperan aktif dalam keberhasilan Program Kampung Bebas Narkoba di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Empat tokoh tersebut adalah Aiptu Markos Parhusip, yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawasari di bawah Polsek Kota Baru; Peltu Azhar Madian selaku Babinsa Rawasari dari Koramil 09/Telanaipura; Rapulis, S.E., selaku Lurah Rawasari; serta Wiwin A.S., S.H., yang menjabat sebagai Ketua RT di kelurahan tersebut.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Buka Rakernis Fungsi Reserse Polda Jambi TA 2024

Kapolda Jambi menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba.

“Setelah melalui proses seleksi oleh Mabes Polri dalam rangka HUT Bhayangkara, Kelurahan Rawasari ditetapkan sebagai kampung terbaik dalam program bebas narkoba,” ujar Irjen Pol Krisno.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Rawasari menarik perhatian kalangan akademisi yang kini menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi penelitian sosial.

Baca Juga :  Polsek Kota Baru Berhasil Menangkap Pelaku Pencurian 53 Batang Besi di Kantor Walikota Jambi

“Sudah banyak mahasiswa melakukan riset di kampung narkoba. Ini membuktikan bahwa masyarakat dan dunia pendidikan turut memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat,” tambahnya.

Kapolda berharap keberhasilan Rawasari dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Provinsi Jambi.

Ia menegaskan bahwa Polda Jambi tidak akan mentoleransi penyalahgunaan narkoba, baik di lingkungan masyarakat maupun di internal kepolisian.

Baca Juga :  Kesan dan Pesan Bikers Jambi Usai Meriahkan Honda Bikers Day 2024 dengan Semangat Baru, Kenangan Tak Terlupakan

“Saya yakin personel Polda Jambi adalah anggota yang baik. Namun, kita juga tidak boleh menutup mata apabila ada oknum yang terlibat. Ini bentuk keprihatinan sekaligus dorongan untuk terus berbenah,” tegasnya. (Red)