TANJABTIM,BITNews.id – Puluhan siswa Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nurul Ihsan, Kelurahan Simpang Tuan, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terpaksa belajar di ruang kelas dengan kondisi serba terbatas. Sebagian siswa bahkan duduk langsung di lantai semen tanpa meja dan kursi.
Kepala Madrasah, Marzuki, menyampaikan saat ini madrasah memiliki 83 murid, lima guru, dan hanya empat ruang belajar yang kondisinya sudah rusak.
“Bangunan madrasah ini berdiri sejak 1991 atau 1992. Mayoritas murid berasal dari Simpang Tuan dan desa sekitarnya,” ujar Marzuki, Minggu (7/9/2025).
Menurutnya, kerusakan terlihat di hampir seluruh ruang belajar. Plafon jebol, kaca jendela pecah, fasilitas sanitasi rusak, bahkan dari beberapa toilet hanya satu yang masih bisa digunakan. Madrasah ini juga belum memiliki sumber air bersih karena tidak ada sumur bor.
Meski listrik sudah masuk hingga meteran, sambungan ke ruang kelas belum tersedia. Kondisi ini menyulitkan kegiatan belajar mengajar karena sebagian besar dilaksanakan pada sore hari dengan pencahayaan minim.
“Kami benar-benar membutuhkan penerangan listrik di ruang kelas. Anak-anak sering kesulitan belajar karena gelap,” kata Marzuki.
Selain itu, keterbatasan meja dan kursi juga memperparah kondisi. Satu ruang belajar sama sekali tidak memiliki meja dan kursi sehingga siswa duduk di lantai. Di ruang lain, siswa harus berbagi bangku yang jumlahnya tidak mencukupi.
Marzuki berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu memperbaiki kondisi madrasah, baik melalui dana operasional maupun bantuan pembangunan.
“Selain renovasi, kami juga berharap ada pagar permanen dan rambu zona sekolah karena lokasi madrasah tepat di tepi jalan lintas. Keselamatan siswa harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kurangnya pendampingan belajar dari orang tua. Menurutnya, sebagian orang tua sibuk bekerja, sementara sebagian lainnya masih buta aksara.
“Karena itu, keberadaan madrasah ini sangat penting. Kami tidak hanya menambah pemahaman pelajaran, tetapi juga memberi bekal pendidikan agama dan karakter, sekaligus mengurangi ketergantungan anak pada gadget dan konten negatif internet,” tutupnya. (Red)
