Kualitas Udara di Tanjab Barat Memburuk, Anggota Dewan Minta Pemkab Segera Ambil Tindakan Preventif

TANJABBAR, BITNews.id – Belakang ini mulai terasa kualitas udara di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat semakin hari memburuk akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Bahkan hari ini, kabut asap semakin tebal menyelimuti udara Kuala Tungkal sejak Sabtu (29/09) pagi.

Buruknya kualitas udara mulai membuat was-was masyarakat, terutama yang memiliki anak kecil.

“Anak-anak mulai terserang batuk pilek, kemungkinan besar akibat asap,” ungkap Yuli salah seorang warga.

“Makanya para orang tua, juga termasuk saya menyarankan mereka banyak minum, tapi bukan minum es. Karena ketika banyak minum itu, lumayan berkurang sakitnya,” tambahnya.

Baca Juga :  IMHJ Gelar Kegiatan Aksi Sosial Peduli dan Solidaritas

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sufrayogi Syaiful, mengatakan perlu langkah mendesak untuk menghadapi semakin memburuknya kualitas udara di Tanjab Barat.

Menurut Yogi, salah satu upayanya harus ada peringatan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) demi melindungi kelompok sensitif agar tidak terpapar polusi lebih parah.

“Yang disayangkan sampai saat ini tidak ada upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjab Barat mengumumkan itu secara masif agar publik menerima pesan itu secara luas,” ungkap politisi Muda Partai Golkar ini.

Baca Juga :  Harga Cabai Melonjak hingga Rp 100.000/kg, Pj Bupati Muaro Jambi Lakukan Sidak

“Saat ini perlu sesegera mungkin memberikan peringatan, misalnya meminta untuk memakai masker di luar ruangan dan membatasi aktivitas luar ruangan,” tutur Yogi.

Kalau perlu, lanjutnya, Dinkes bisa membagikan masker gratis sambil memberikan himbauan tersebut.

Selain itu, Yogi juga meminta agar BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Kabupaten Tanjabbar, pro aktif mengupdate kondisi terkini, jika ada kebakaran lahan yang menjadi sumber kabut asap ini.

Baca Juga :  Lomba Kampung Adat Melayu Tingkat Kota Jambi 2025 Resmi Dimulai, LAM Kota Jambi Dorong Terbentuknya Sanggar Adat dan Bamus Adat RT

“Turun kelapangan pantau titik-titik hotspot dan infokan ke masyarakat agar saling menjaga agar tidak membesar,” tukasnya.

Karena menurut dia, kondisi lahan di Tanjabbar yang dominan bergambut rawan akan kebakaran yang menjadi sumber kabut asap ini.

“Berkaca di tahun-sebelumnya, Sama-sama kita menjaga agar kabut asap tidak menjadi bencana besar. Jangan sampai kejadian beberapa tahun lalu terulang dimana aktifitas masyakarat terganggu bahkan sekolah diliburkan,” ungkapnya. (Ltf)