JAMBI,BITNews.id – Polri terus memperkuat dukungan terhadap ketahanan pangan nasional melalui Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar di RT 02 Desa Tunas Mudo, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Mirza Mustaqim, unsur Forkopimda Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, pimpinan TNI-Polri, perwakilan Perum Bulog Provinsi Jambi, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pemerintah kecamatan dan desa, serta petani dari Kelompok Tani Siginjai Desa Tunas Mudo.
Rangkaian acara diawali dengan ramah tamah di tenda utama, dilanjutkan peninjauan lokasi panen serta panen dan pemipilan jagung secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jambi, Wakapolda Jambi, dan rombongan bersama Kelompok Tani Siginjai.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan zoom meeting Panen Raya Jagung Serentak Nasional yang dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dalam laporan nasional disampaikan, luas lahan jagung yang telah ditanami mencapai 47.830 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 743.522 ton. Polri juga berperan dalam mendukung penyerapan jagung oleh Perum Bulog. Hingga 31 Desember 2025, Bulog telah menyerap 101.770 ton atau sekitar 68,97 persen dari kapasitas gudang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, seluruh hasil panen jagung yang difasilitasi Polri dialokasikan untuk mendukung cadangan pangan nasional melalui Bulog guna menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Pada rangkaian panen raya ini juga digelar dialog interaktif bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian RI, Direktur Utama Perum Bulog, serta para kapolda terkait capaian dan progres peningkatan produksi jagung nasional.
Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Mirza Mustaqim menyampaikan bahwa panen raya jagung serentak menjadi wujud komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat tani.
“Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai penggerak dan pendamping masyarakat dalam sektor strategis, termasuk pertanian,” ujar Mirza. (Red)








Discussion about this post