Parah, Kemacetan Panjang Terjadi di Jalan Lintas Tembesi-Sarolangun

JAMBI,BITNews.id – Kemacetan panjang di akibat truk angkutan batubara Jalan Lintas Muara Tembesi – Sarolangun memang kerap kali terjadi, namun beberapa hari terakhir kemacetan panjang mengekor sepanjang jalan lintas Muara Tembesi – Sarolangun.

Kemacetan panjang itu tengah menjadi buah bibir masyarakat Jambi saat ini, betapa tidak adanya mobil ambulance yang tengah membawa jenazah terjebak kemacetan hingga seorang sopir truk Batu Bara meninggal dunia di dalam trucknya sendiri saat terjadi kemacetan panjang tentu menjadi insiden pilu yang menarik perhatian publik.

Baca Juga :  Antisipasi Laka Lantas Akibat Jalan Rusak, Polsek Muaro Tembesi Lakukan Gatur Lalin

Kemacetan panjang tersebut diduga oleh banyaknya kendaraan yang mengalami kerusakan sehingga terpaksa parkir di badan ataupun bahu jalan, kendati demikian faktor lain yang membuat kemacetan tersebut yakni kondisi jalan yang berlobang patut di perhatikan oleh pemerintah.

Keluhan macet tidak hanya diungkapkan oleh masyarakat sekitar ataupun pengguna jalan lain, namun kemacetan panjang turut dikeluhkan oleh sopir angkutan batubara yang selalu dijadikan kambing hitam penyebab kemacetan panjang yang terjadi di Kabupaten Batanghari itu.

Baca Juga :  Al Haris: Pemerintah Akan Atur Ilegal Drilling Lewat Regulasi

“Parah nian macetnya sekarang ini habis waktu dari Koto Boyo ke Tembesi, belum lagi dari Tembesi ke Bulian, terkadang mobil yang lain rusak, kami sopir batubara juga yang kena, terkadang lucu,” ungkap salah satu sopir truk Batu Bara yang enggan disebutkan namanya, Senin (12/09/2022).

Namun disisi lain akibat dari kemacetan panjang tersebut menjadi berkah bagi masyarakat sekitar, betapa tidak kemacetan hingga berjam-jam tersebut membawa berkah bagi pedagang toko kelontong ataupun penjual nasi yang diserbu para pengguna jalan yang terjebak macet khususnya para pengemudi truk angkutan batubara.

Baca Juga :  HUT ke-61 Partai Golkar, Cek Endra Pimpin Ziarah di TMP Satria Bhakti

Sebagian warga Kabupaten Batanghari yang mengetahui jalan alternatif lain untuk menghindari harus rela menerobos jalan tanah, hal itu diungkapkan Havis, dia menyebut dirinya rela lewat memutari jalan kebun milik warga agar sampai dirumah.

“Jalan lintas macet total, balik kerja lewat jalan kebon hari ini, macet, macet, macet, macet,” sebutnya. (Sdy)