Pencarian di Hari Kedua Kapal Motor yang Hilang saat Badai Belum Ditemukan

BITNews.id Kapal motor yang dinyatakan hilang setelah kontaknya terputus pada Kamis (10/03/2022) lalu, belum ditemukan Basarnas Jambi. Tanda-tanda kapal yang berangkat dari Nipah Panjang menuju Batam itu juga belum terlihat.

Kepala Humas Basarnas Jambi, Lutfi menyampaikan tim SAR gabungan belum menemukan bekas komponen kapal atau muatannya yang mengindikasikan keberadaan kapal motor itu.

“Tanda-tandanya masih nihil. Belum ada tanda-tanda seperti serpihan kapal atau barang bawaan yang mengambang di permukaan air,” ujarnya, Sabtu (12/03/2022).

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Paparkan Lima Pilar Pro Jambi di Rapat Paripurna DPRD

Ketika pencarian si hari pertama, Jumat (11/03/2022), tim SAR mencari di lokasi perairan terkait dengan jangkauan 10 nautical mile (NM). Ombak yang cukup tinggi menjadi kendala saat pencarian berlangsung.

“Pencarian kemarin masih dilakukan di sekitar perairan terakhir saat kontak dengan pemilik kapal masih bisa. Seluas 10 NM. Untuk kendalanya, ombak lumayan tinggi,” ungkap Lutfi.

Sedangkan pencarian kedua, kata Lutfi, tim SAR yang terdiri dari unsur Basarnas Jambi, TNI Angkatan Laut, Polirud Polda Jambi, persatuan nelayan, dan masyarakat, menempuh jarak 50 NM. Namun, kapal motor itu masih belum ditemukan.

Baca Juga :  Sambut HUT KE-80, Satbrimob Polda Jambi Gelar Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

“Pencarian mulai pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB, sementara hasilnya masih nihil. Belum ditemukan tanda keberadaan Kapal Motor Sumber Daya itu,” ujarnya.

Sebagai kilas balik, kapal motor yang berangkat dari Nipah Panjang menuju Batam hilang di perairan sekitar Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Kontak dengan kapal itu terputus.

Baca Juga :  Wakapolda Jambi Buka Lat Pra Ops Mantap Praja Siginjai 2024

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terjadi badai di sekitar rute yang dilalui kapal tersebut, sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (10/3). Sekitar 15 menit kemudian pihak yang mengendarai kapal motor sepanjang 18 meter ini tidak bisa dihubungi (putus kontak).

Dalam kapal tersebut, ada kapten kapal bernama Tiar, serta 2 orang anak buah kapal (ABK). Kapal ini sedang mengangkut buah kelapa. (Bhj)