JAMBI,BITNews.id – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian membagikan rapor hasil evaluasi pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C kepada 38 anak binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Evaluasi Pendidikan Nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sungai Buluh Mandiri.
Pembagian rapor dilaksanakan setelah rangkaian evaluasi pembelajaran yang berlangsung pada 16–24 Desember 2025. Dari total 38 anak binaan, lima peserta mengikuti Paket A, 19 peserta Paket B—terdiri atas kelas VII sebanyak lima siswa dan kelas VIII sebanyak 14 siswa serta 14 peserta Paket C, dengan rincian kelas X tujuh siswa, kelas XI lima siswa, dan kelas XII dua siswa.
Kepala PKBM Sungai Buluh Mandiri, Budi Sutiyo, mengatakan hasil evaluasi pendidikan menjadi tolok ukur perkembangan belajar anak binaan selama mengikuti program kesetaraan.
“Rapor ini menunjukkan proses dan capaian belajar yang telah mereka jalani. Harapannya, hasil ini dapat memotivasi anak binaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ujar Budi, Selasa (13/1/2026).
Salah satu tutor, Muslim, menambahkan bahwa pendidikan kesetaraan memberikan kesempatan yang sama bagi anak binaan untuk tetap memperoleh hak pendidikan.
“Melalui program ini, anak binaan tetap mendapatkan pendidikan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Muslim.
Sementara itu, Kepala LPKA Kelas II Muara Bulian, Kasogi, menegaskan bahwa pembagian rapor merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan.
“Pendidikan berperan penting dalam membentuk sikap, kedisiplinan, dan pola pikir anak binaan agar lebih siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Kasogi juga menyampaikan bahwa keberadaan tembok dan jeruji tidak menjadi penghalang bagi anak binaan untuk terus mengembangkan diri. Saat ini, LPKA Muara Bulian telah memiliki PKBM yang berdiri secara resmi dan khusus melayani anak binaan, sehingga pembinaan pendidikan diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Salah satu anak binaan berinisial AD mengaku bersyukur tetap dapat melanjutkan pendidikan selama menjalani pembinaan di LPKA.
“Selama di LPKA Muara Bulian kami tidak putus sekolah. Kami tetap bisa belajar dan ke depan akan terus berusaha menggapai cita-cita,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, LPKA Muara Bulian menegaskan komitmennya bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada penegakan tata tertib, tetapi juga pada penguatan pendidikan sebagai fondasi perubahan dan pengembangan diri anak binaan, agar kelak mampu kembali ke masyarakat secara produktif dan tidak mengulangi pelanggaran hukum. (Red)
