Penggagalan Illegal Tapping di Jalur Pipa Pertamina, Dua Oknum Polisi Ikut Diamankan

JAMBI,BITNews.id – Tim pengamanan Pertamina EP Field Jambi bersama kepolisian berhasil menggagalkan aksi pencurian minyak mentah (illegal tapping) di jalur pipa trunk line yang mengalirkan produksi dari MGS KAS ke MOS TPN, Rabu (24/9) dini hari.

Aksi ilegal tersebut terjadi di KM 12, Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Dari operasi tersebut, lima orang pelaku diamankan, termasuk dua oknum anggota kepolisian.

Kecurigaan muncul sejak pukul 22.30 WIB saat tim pengamanan Pertamina melakukan patroli rutin dan menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi. Sekitar 15 menit kemudian, sebuah truk bak tinggi terparkir di dekat jalur pipa. Tim kemudian bergerak cepat melakukan penyergapan dan berhasil mengamankan para pelaku beserta barang bukti.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Jambi Setujui Tiga Ranperda Jadi Perda

Barang bukti yang diamankan antara lain selang ukuran 1 inci sepanjang 50 meter, satu set kran tapping yang masih terpasang di pipa, tiga unit mobil, satu sepeda motor, empat telepon genggam, dua buku tabungan, dompet berisi identitas, serta dua kartu Seleksi Bintara Polri. Seluruh barang bukti dan pelaku kini diamankan di Polsek Mestong untuk proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Muaro Jambi Minta Pembangunan Tol Tidak Merugikan Warga

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Yunianto, mengapresiasi langkah cepat tim Pertamina EP Jambi dan kepolisian dalam menggagalkan aksi pencurian minyak mentah tersebut.

“Setiap barel minyak sangat berarti untuk pencapaian target produksi nasional. Illegal tapping tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan masyarakat sekitar. Kami berterima kasih atas kerja keras tim di lapangan,” ujar Yunianto.

Baca Juga :  Sejoli Buat 26 Video Porno Sejak November 2020

Hal senada disampaikan Manager Sekuriti Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Noval Alwi. Menurutnya, pencurian minyak adalah tindak pidana serius yang harus diberantas.

“Kami bersama aparat akan terus bekerja keras menjaga setiap tetes minyak untuk negara. Illegal tapping adalah kejahatan berat yang merugikan negara,” tegas Noval.

Pihak Pertamina bersama aparat keamanan menegaskan akan meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur pipa untuk mencegah terulangnya kasus serupa. (*)