BLITAR, BITNews.id – Pemerintah Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, terus mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan saluran drainase dan Tembok Penahan Tanah (TPT) di area persawahan yang selama ini rawan genangan dan kerusakan lahan.
Proyek tersebut saat ini tengah berjalan dengan progres yang cukup signifikan. Di lokasi, para pekerja terlihat melakukan pengecoran dan pemasangan batu kali sebagai struktur utama TPT. Penggunaan mesin molen turut mendukung kualitas campuran material agar sesuai dengan standar konstruksi.
Pembangunan ini dilatarbelakangi persoalan yang telah lama dihadapi petani, yakni aliran air yang tidak terkelola dengan baik, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut sering menyebabkan genangan, mempercepat kerusakan lahan, hingga mengganggu jadwal tanam.
Kepala Desa Karangsono, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono, menyampaikan bahwa pembangunan drainase dan TPT merupakan solusi atas kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam pengelolaan pengairan pertanian.
“Kami berupaya memastikan sistem pengairan di lahan pertanian warga dapat berfungsi secara optimal. Dengan drainase yang tertata dan TPT yang kokoh, aliran air dapat dikendalikan sehingga tidak meluap maupun merusak struktur tanah,” ujarnya saat meninjau proyek.
Ia juga menjelaskan bahwa TPT memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas badan saluran agar tidak mudah longsor. Dengan demikian, akses jalan usaha tani di sekitar persawahan dapat tetap aman dan bertahan lebih lama, terutama saat curah hujan tinggi.
Selain berfokus pada pembangunan fisik, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Tenaga kerja yang dilibatkan seluruhnya berasal dari warga setempat, sehingga turut membuka peluang peningkatan pendapatan.
“Pelibatan warga dalam proyek ini tidak hanya memberi tambahan penghasilan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki sehingga mereka ikut menjaga kualitas pembangunan,” tegasnya.
Material yang digunakan dalam pembangunan TPT dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan kekuatan dan daya tahan jangka panjang. Pemerintah desa menargetkan proyek ini selesai sebelum puncak musim tanam, agar manfaatnya segera dirasakan oleh petani.
Masyarakat pun menyambut positif pembangunan tersebut. Sejumlah petani mengungkapkan bahwa akses menuju lahan kini mulai membaik. Jalan yang sebelumnya becek akibat luapan air perlahan menjadi lebih stabil dan mudah dilalui.
Melalui percepatan pembangunan infrastruktur pertanian ini, Pemerintah Desa Karangsono optimistis dapat meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Ke depan, sinergi dengan pemerintah daerah dan pusat diharapkan terus terjalin agar pembangunan serupa dapat berlanjut dan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan. (Ddt)
