TANJABBAR, BITNews.id – Produk kerajinan berbahan eceng gondok hasil pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencuri perhatian dalam ajang Persit BISA 2 Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, UMKM yang bergerak di bidang kerajinan serat alam menampilkan berbagai produk handmade berbahan dasar eceng gondok, mulai dari keranjang, wadah buah, hingga perlengkapan dekorasi rumah yang ramah lingkungan.
Keikutsertaan pelaku UMKM dalam ajang tersebut menjadi upaya memperkenalkan produk lokal berbasis bahan alami sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Pemilik usaha, Ny. Rike, mengatakan eceng gondok yang selama ini dianggap gulma ternyata memiliki nilai ekonomi apabila diolah secara kreatif dan inovatif.
“Melalui kerajinan ini, kami ingin menunjukkan bahwa bahan yang dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual,” ujarnya.
Menurut dia, seluruh produk dibuat secara manual sehingga memiliki karakter dan nilai estetika tersendiri. Selain itu, proses produksi juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal.
Ia menambahkan, penggunaan bahan alami menjadi salah satu keunggulan produk kerajinan eceng gondok karena dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan sintetis.
Ajang Persit BISA 2 Tahun 2026 juga dinilai menjadi sarana strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Ny. Rike berharap partisipasi dalam kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk kerajinan lokal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi mandiri masyarakat.
“Harapannya, produk kerajinan eceng gondok ini semakin dikenal dan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” katanya.
Melalui inovasi kerajinan berbasis bahan alam, pelaku UMKM di Tanjung Jabung Barat diharapkan mampu terus berkembang dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (*)
