Program ‘Police Go To Pesantren’, Ditlantas Polda Jambi Edukasi Santri Ponpes Da’arul Huffaazh soal Tertib Lalu Lintas

JAMBI, BITNews.id – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi melalui program “Police Go To Pesantren” memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para santri di Pondok Pesantren Da’arul Huffaazh Al Islami, Jumat pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Kepala Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Kasubdit Kamsel) Ditlantas Polda Jambi, AKBP Novrizal, bersama personel Subdit Kamsel.

Program ini merupakan bagian dari upaya Polda Jambi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan pesantren, terhadap pentingnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

Baca Juga :  Fakultas Hukum UGM Juara Kompetisi Moot Court Peradilan Militer

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, mengatakan kolaborasi antara kepolisian dan lembaga pendidikan, termasuk pesantren, menjadi langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Kami ingin para santri tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga menjadi teladan dalam keselamatan berlalu lintas. Kedisiplinan di lingkungan pesantren harus sejalan dengan disiplin di jalan raya,” ujar Adi Benny.

Baca Juga :  JMSI Anugerahi Penghargaan untuk Gubernur Kepri

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai etika berkendara, pengenalan rambu lalu lintas, serta pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI.

Selain edukasi, Ditlantas Polda Jambi juga memberikan bantuan sosial kepada pihak pondok pesantren sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pendidikan.

Pimpinan Pondok Pesantren Da’arul Huffaazh Al Islami, KH Erman Al-Hafiz, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Ria Oktarina Membangun Kebijakan Publik Berbasis Bahasa Ibu untuk Perkuat Identitas Lokal

“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Edukasi ini sangat bermanfaat bagi para santri, terutama dalam menghadapi aktivitas di luar lingkungan pesantren,” kata Erman.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas. (red)